Cerah

CerahLangit yang cerah kebalikan dari langit yang kelabu. Dua hari lalu aku merasa kelelahan dengan pikiranku. Aku berharap langit yang kelabu segera berlalu. Aku ingin langit yang cerah menyinari diriku agar hatiku tak lagi mendung.

Langit yang cerah selalu ditunggu para pelancong yang ingin berwisata ke banyak tempat. Pantai, hutan, dan pegunungan akan banyak yang bisa dieksplor dan dilihat saat langit terang dan cerah.

Langit yang cerah juga dinanti mereka yang was-was setiap hujan besar tiba. Hujan memang menyenangkan, namun sayangnya tak semua bisa menikmatinya dengan tenang karena kondisi lingkungannya yang telah rusak. Langit yang cerah ibarat sebuah harapan.

Wajah yang cerah juga lebih disukai daripada mereka yang suram. Mereka yang berwajah cerah sepertinya memiliki sifat yang optimis, periang, dan juga ramah.

Tak mudah memasang wajah dan senyuman yang cerah ketika pikiran resah dan hati terluka. Oleh karenanya memiliki wajah yang cerah itu sesuatu yang berharga karena tak semua orang bisa memasang dan memiliki wajah yang cerah.

Kehidupan manusia memang mengalami pasang dan surut. Ada kalanya kita terjatuh, tenggelam, hingga susah untuk bangkit lagi dan kemudian terpuruk. Tapi matahari masih ada. Langit yang cerah akan tiba. Yakinlah Sang Illahi akan merespon dan menolong kita.

Ayo pasang wajah yang cerah. Berpura-puralah langit akan segera cerah dan yakinlah suatu ketika momen itu akan tiba.

Selamat beristirahat.

Gambar dari Pexels/Sussane Jutzeler

~ oleh dewipuspasari pada April 1, 2024.

Tinggalkan komentar