Animasi Pendek Sister Sajikan Realitas dan Khayalan
Sesuatu yang menjadi keunggulan film animasi adalah batas antara sesuatu yang nyata dan khayalan ada kalanya kabur. Penonton tak terlalu banyak mempersoalkan ketika hal-hal aneh tiba-tiba masuk ke dalam cerita. Hal semacam ini juga hadir dalam film animasi pendek berjudul Sister.
Dikisahkan seseorang teringat akan adik perempuannya yang lahir pada tahun 1990-an. Adiknya ini nakal dan kerap merepotkannya. Namun ia juga menjadi kawan untuk berbagi imajinasi dan hal-hal aneh lazimnya anak-anak. Namun ternyata hal tersebut hanya imajinasinya.
Dalam film animasi stop-motion karya Siqi Song berdurasi delapan menitan ini persepsi penonton dijungkirbalikkan. Pada awalnya penonton diajak bersimpati dengan si tokoh yang suaranya diisi oleh Bingyang Liu, namun kemudian penonton dikejutkan oleh fakta bahwa adik perempuan itu tidak nyata. Itu hanya pengandaian si kakak, andaikata ibunya memutuskan melahirkan adik perempuannya.
Saat fakta ini terungkap, mood cerita menjadi melankolis dan sentimentil. Apalagi si kakak bercerita meski si adik menyusahkannya, ia akan senang jika si adik tersebut benar-benar hidup dan menemaninya. Ia akan senang berebut remote control dengan adiknya dan melakukan hal-hal konyol bersamanya.
Film animasi ini memiliki desain set dan desain karakter yang detail. Oleh karena menggunakan model stop-motion maka Siqi Song harus membuat model tokoh seperti boneka lalu menggerakannya dengan hati-hati. Pemilihan warna hitam putih ini cerdik karena memberikan nuansa yang dramatis.
Musik yang digubah Karen Tanaka juga berhasil menambah rasa haru dan sentimentil. Film animasi ini meraih banyak penghargaan. Salah satunya berhasil meraih nominasi Best Animated Short Film di 92nd Academy Award.
Kalian dapat menyaksikan animasi pendek ini di YouTube:
Gambar dari website Siqi Song
