Lukisan Malang Tempo Dulu
Di sebuah hotel di Malang, ada beberapa lukisan tentang Malang Tempo Dulu. Lukisan dengan tone warna cokelat cokelat hangat ini membuatku tertarik. Alhasil ketika jam-jam istirahat, aku suka mengamati tiga lukisan tersebut dan mencoba masuk ke atmosfernya.
Lukisan pertama adalah tentang becak. Waktu masih kecil ada banyak tukang becak di Malang. Angkutan hanya ada mobil colt dengan jurusan terbatas, baru kemudian muncul mikrolet. Saat-saat itu tukang becak menjadi penolong. Tapi untunglah tak sedikit penumpang juga sadar diri. Ketika jalan naik, si penumpang mengurangi beban karena kasihan mereka bakal makin susah payah mengayuh becaknya.
Saat ini jumlah tukang becak makin sedikit. Jika pun ada sudah berubah menjadi becak motor atau bentor yang lebih manusiawi.
Lukisan berikutnya tentang Masjid Jami’ Malang yang ada di pusat kota, berhadapan dengan salah satu sisi Alun-alun Kota Malang. Masjid ini sudah berusia satu abad lebih. Masjid dengan arsitektur unik yang masih ramai hingga sekarang. Menariknya masjid ini berdampingan dengan gereja.

Yang terakhir adalah lukisan tentang Gereja Kayutangan. Jika diperhatikan saat itu jalanan begitu lengang. Kendaraan baru sebatas dokar dan cikar. Malang masih sepi dan asri. Bangunan gereja ini tak banyak berubah. Masih bagus dan masih banyak yang datang ke gereja ini.
