Jiaozi dan Gyōza
Sama dengan salah satu peserta Culinary Class Wars, aku juga sangat suka membaca dan menonton Master Cooking Boy atau Chukã Ichiban! Aku mengoleksi lengkap manganya dan sering membacanya berulang. Salah satu bagian yang kusuka adalah perang jiaozi.
Jiaozi adalah makanan yang masuk dalam rumpun dimsum. Ia masuk dalam dumpling yakni sejenis kudapan yang umumnya berupa kulit dari adonan tepung yang di dalamnya berisi daging cincang dan sayuran.
Jiaozi umumnya direbus seperti pangsit, hanya kulitnya lebih tebal. Namun jiaozi juga bisa dikukus atau digoreng dan dibakar. Di Jepang, jiaozi disebut gyōza dan umumnya digoreng atau dibakar.
Nah dalam pertandingan memasak di buku komik Master Cooking Boy, guru Liu Mao mencoba ikut bertanding dengan menggunakan jiaozi kukus. Bahannya yang membuatnya berbeda, karena tepungnya dibuat dari campuran sayuran. Alhasil warnanya cantik dan memiliki aroma yang segar.
Namun dua penantang kakak beradik melukainya sehingga Liu Mao yang menggantikan gurunya. Di pertandingan kedua kakak beradik langsung mencuri perhatian dengan jiaozi bakar yang menggunakan teknik semburan api, sehingga matangnya merata dan berhasil membuat isian tetap lembab sementara kulitnya kering sempurna.
Namun kemudian Liu Mao berhasil membuat seri dengan jiaozi yang menggunakan bahan pilihan. Ia menggunakan kaldu dan kemudian membuat aroma daging bakar yang wangi, agar pengunjung berdatangan ke stannya.
Nah pada babak penentu keduanya sama-sama membuat jiaozi udang kukus. Bentuk jiaozi si penantang rapi dan cantik. Sedangkan punya Mao, unggul di rasa. Akhirnya ia menang.
Aku dari dulu penasaran dengan jiaozi. Tapi karena susah menemukannya yang halal, maka aku pun sudah harus puas dengan gyōza. Aku menemukan gyōza goreng di kafe Jepang dekat rumah dan di Hokben.
Versi Hokben memiliki kulit tebal seperti pastel mini. Isiannya adalah daging ayam yang padat dengan daun bawang. Kulitnya kering. Rasanya gurih. Ada pelengkap saus sambal di dalam wadah.
Sedangkan gyōza di sebuah kafe disajikan cantik dengan ukuran yang cukup besar. Kulitnya lembab dan tidak begitu tebal. Isiannya daging ayam dan sayur yang lembab. Enak sekali. Ia bisa disantap biasa atau dicocol dengan saus wijen.
Ada banyak masakan di komik tersebut yang membuatku penasaran. Aku paling penasaran dengan sup mapo pedas dari lada Sichuan. Wah cari di mana ya?
