Drifting Home, Animasi dengan Tokoh Anak-anak yang Melelahkan

Drifting Home Makin banyak studio animasi Jepang alias anime yang menghasilkan visual yang memikat. Namun rupanya tak cukup hanya dengan gambar-gambar yang menawan agar bisa disebut sebagai anime yang bagus. Pengalaman ini kurasai saat menyaksikan anime berjudul Drifting Home.

Film animasi ini bukan baru, melainkan sudah dirilis tahun 2022 dan bisa disaksikan di Netflix. Ketika kucek, rupanya aku sudah pernah menontonnya, namun baru beberapa menit aku tak menyelesaikannya. Aku bertanya-tanya, kenapa ya dulu aku tak menontonnya sampai selesai. Tapi kemudian aku tahu jawabannya.

Cerita Drifting Home berpusat pada anak-anak yang ingin menghabiskan liburan musim panasnya. Kawan-kawan Kosuke, Taishi dan Yuzuru, mengajaknya untuk membuat proyek penelitian dengan menyelidiki apartemen tua yang konon berhantu. Apartemen tersebut sudah tua dan dianggap sudah tak layak huni sehingga hendak dirobohkan. Kosuke sebenarnya enggan karena dulu keluarganya pernah tinggal di apartemen tersebut bersama kakeknya yang telah almarhum.

Drifting Home

Ada sosok bernama Noppo yang misterius


Ketika mereka akhirnya berhasil menemukan pintu yang masih bisa dibuka, mereka terkejut ketika menemukan Natsume tidur di sebuah lemari. Natsume juga nampak kaget kawan-kawannya ada di situ. Natsume dulu juga tinggal di apartemen tersebut. Hubungan dia dan Kosuke sangat dekat, seperti saudara kandung, tapi keduanya menjauh sejak si kakek meninggal.

Rupanya Natsume sering berkunjung ke apartemen tersebut, punya tenda untuk camping di rooftop dan mengaku punya kawan yang masih tinggal di sana. Nama kawannya Noppo.

Dua kawan mereka lainnya ikut bergabung, Reina dan Yuri. Reina menyukai Kosuke sehingga ingin tahu semua kegiatan Kosuke. Sedangkan Yuri yang kalem hanya mengikutinya.

Namun kemudian terjadi sesuatu yang aneh di apartemen tersebut. Tiba-tiba hujan turun begitu deras. Tak lama sekeliling apartemen tersebut sudah dikelilingi air bak lautan. Bangunan dan orang-orang lain di sekitar mereka tak terlihat sama sekali.

Drifting Home

Natsume menghibur mereka kejadian tersebut kerap dialaminya dan biasanya langsung hilang ketika ia terbangun


Natsume menghibur mereka dengan berkata ia beberapa kali mengalaminya selama ia tinggal di apartemen tersebut bersama Noppo. Ketika terbangun, biasanya sekitarnya sudah kembali seperti semula. Tapi kali ini tidak. Selama berhari-hari di sana, mereka tak segera terbangun dari mimpi.

Mereka terdesak. Mie instan dan persediaan makanan minuman milik Natsume sudah hampir habis.

Cerita yang Imajinatif, Namun Desain Karakternya Mengecewakan
Drifting Home sebenarnya berpotensi jadi anime yang menarik. Apalagi anime produksi Studio Colorido ini memiliki kualitas visual yang apik. Cerita dari anime yang disutradarai oleh Hiroyasu Ishida ini juga imajinatif.

Studio Colorido sendiri sudah menghasilkan anime yang apik dan imajinatif seperti A Whisker Away, Penguin Highway, dan My Oni Girl, juga animasi pendek Paulette’s Chair. Aku sudah menonton semuanya, secara visual animasinya layak diacungi jempol, hanya dari segi penyelesaian kisah dan desain karakter, ada kalanya mereka mengalami kesulitan.

Nah di Drifting Home ini ceritanya sebenarnya sederhana, hanya berfokus pada hubungan Natsume dan Kosuke, sementara kondisi imajinatif di sekitar mereka hanya seperti tempelan. Kosuke terus berkata dengan nada tinggi ke Natsuke dan Natsume membalas dengan menangis atau berpura-pura tertawa. Begitu terus berulang hingga cerita hampir selesai. Melelahkan melihatnya. Keduanya padahal masih 11 tahun, tapi kata-kata dan sikap mereka kasar untuk usianya.

Drifting Home

Keduanya bertengkar terus sehingga lama-lama bikin capek menontonnya


Ini ditambah dengan sikap dan kata-kata Reina yang juga begitu kasar ke Natsume dan Noppo. Kata-kata kasar itu berulang kali diperdengarkan. Huuh capek.

Sikap Natsume juga ceroboh. Ia beberapa kali melakukan tindakan yang membuat kawan-kawannya dalam bahaya, bahkan hampir kehilangan nyawa karena dia. Bagian terburuk di sepertiga terakhir ketika ia mengambil tindakan bodoh, lalu menampar kawannya ketika berupaya menyelamatkannya. Astaga ini film kurang layak untuk anak-anak karena ketiga tokohnya kasar sekali.

Sisi imajinasinya juga tidak digali lebih dalam, seperti tempelan saja. Siapakah Noppo kurang dijelaskan. Begitu jelas awal penyebab kejadian aneh itu juga tidak ada penjelasan. Orang-orang dewasa juga nampak tidak begitu kuatir ketika anak-anak mereka lenyap.

Drifting Home

Sisi imajinatifnya kurang tergali. Padahal itu yang berpotensi di anime ini.


Aku jadi paham alasan aku tidak tertarim menyelesaikan anime ini dulu. Anime yang melelahkan karena desain karakter yang buruk meski visualnya menawan.

Sumber gambar: Studio Colorido/Netflix

~ oleh dewipuspasari pada November 27, 2024.

Tinggalkan komentar