Curhat Orang Asing dan Pusat Perbelanjaan Anyar

Pusat perbelanjaan baruSuatu ketika aku mengunjungi pusat perbelanjaan yang ada di perbatasan antara Depok dan Jakarta Timur. Aku mencobai menonton bioskop yang baru buka di sana. Tarif tiketnya hemat, Rp25 ribu pada hari biasa. Setelah usai menonton, aku berkeliling area pusat perbelanjaan. Banyak yang berubah.

Ya, dulu aku lumayan sering ke pusat perbelanjaan ini. Dulu ada Hypermart di lantai dasar. Kemudian ada Matahari di lantai atas. Tenant-nya lumayan banyak, ada Solaria, KFC, roti beraroma kopi, dan tenant penjual pakaian dan obat-obatan. Juga ada gerai elektronik di lantai atas. Ya, meski hanya dua lantai, mal ini dulu masih lumayan rame.

Semuanya berubah ketika masa pandemi. Sejak tahun 2020 aku tak pernah lagi ke mal tersebut. Aku tak tahu apakah mal tersebut kemudian masih buka atau tutup. Tapi tenant besar seperti Hypermart dan Matahari sudah lenyap.

Kini pusat perbelanjaan ini terasa begitu lengang. Di lantai dasar, Solaria dan A&W masih setia. Tapi selebihnya kosong hanya beberapa orang yang menawarkan paket gym dan penjual pakaian. Hypermart digantikan oleh supermarket bernama Mitra.

Bioskop baruAku tertegun membaca nama supermarket itu. Dulu nama Mitra cukup populer di kotaku, Malang, hingga kemudian lenyap digantikan hotel. Ah tahun berapakah itu, sepertinya sudah lama sekali.

Oh iya lantai satu diisi pujasera yang hanya beberapa stan dan Mr DIY. Sedangkan di lantai berikutnya adalah bioskop. Ada empat studio di sini dengan lobi dan toilet yang nyaman. Tiketnya juga murmer. Paling hemat di sekitaran Cijantung dan Depok, namun dari segi kualitas tak kalah nyaman.

Nah usai menonton, aku melihat-lihat produk yang dijual di Mitra. Mungkin karena baru buka sehingga banyak diskon. Ada berbagai merk mie instant yang belum pernah kulihat sehingga aku penasaran dan membelinya.

Bagi yang suka menjelajahi merk-merk baru, supermarket ini bisa dicoba. Apalagi banyak diskonan. Aku hanya membeli beberapa saja karena lupa membawa tas belanja.

Di bagian makanan segar dan beku, ada aneka buah sayuran, dan bahan untuk lauk pauk. Aku membeli potongan buah pir, apel, dan jeruk. Setelahnya aku langsung menuju kasir.

Pusat perbelanjaan baru Ya orang asing yang curhat kepadaku adalah salah satu kasir. Karena belum ada antrian, ia asyik bercerita banyak hal kepadaku. Ceritanya beragam dari tenant populer yang batal mengisi mal ini hingga kekuatirannya karena mal ini masih sepi hingga kini. Ia membujukku untuk datang lagi akhir pekan karena akan banyak diskonan.

Aku paham alasan ia cemas supermarket dan mal ini akan terus sepi. Aku membesarkan hatinya dan ikut berdoa agar mal ini kembali ramai seperti dulu, termasuk supermarket dan bioskopnya.

Kehadiran bioskop bisa mengangkat jumlah pengunjung. Demikian pula dengan supermarket dan tenant makanan. Mal ini bisa digunakan untuk kegiatan komunitas dan lainnya agar ramai. Tinggal tunjukkan keunikan di mal ini.

Produk-produk di Mitra yang jarang ada di tempat lain bisa jadi unggulan. Atau juga bisa dibuat sistem keanggotaan dengan benefit menarik. Demikian juga dengan bioskop di lantas atas mal ini. Selain harga hemat juga bisa disodorkan makanan minuman yang kiranya hanya ada di bioskop tersebut. Atau juga bisa dibuat komunitas atau sistem keanggotaan dengan manfaat menarik.

Aku paling tak tahan mendengar curhatan mereka yang sedih. Aku hanya bisa mendengar cerita mereka hingga tuntas dan mendoakan yang terbaik buat mereka dan tempat tersebut.

~ oleh dewipuspasari pada Januari 24, 2025.

Tinggalkan komentar