Muslihat Berlian, Novel Kriminal Karya Tsugaeda

Sudah lama aku tidak membaca novel dengan genre kriminal atau misteri yang ditulis pengarang dalam negeri. Saat perpustakaan berjalan memberikan katalog buku dan ada novel berjudul Muslihat Berlian karya Ade Agustian alias Tsugaeda, aku tertarik membacanya.

Buku ini memiliki dua pengantar berlapis. Lapisan pertama adalah kisah Iwan, seorang penulis sekaligus pemilik penerbitan yang bangkrut. Ia ingin bunuh diri karena utangnya sangat banyak.

Tapi mendadak datang teman SMP-nya bernama Junaedi. Ia kemudian bercerita tentang kejadian-kejadian yang mengubah hidupnya.

Pengantar kemudian beralih ke sosok Junaedi. Ia diperkenalkan sebagai seorang teller bank yang rajin. Meski penampilannya kurang menarik, ia dihargai karena performa kerjanya yang baik.

Junaedi suka sekali bermain sulap. Ini diperhatikan oleh salah satu nasabah yang bernama Alisa. Ketika Alisa mau menikah, Junaedi kelabakan. Ia kemudian bertekad ingin kaya secara instan dengan niatan menggagalkan pernikahan Alisa.

Namun, rencana Jun gagal. Tiba-tiba ia ditangkap oleh anak buah Yasuo Kodama. Setelah diancam karena diduga ia anak Rudi Rojas, pencuri wahid yang pernah mengkhianati Yasuo, ia dipaksa mencuri kuda kesayangan Jim Sanjaya. Jim sendiri sebelumnya telah ditembak oleh anak buah Yasuo dan belum meninggal.

Kehidupan Jun otomatis berubah. Ia yang lugu dituntut menjadi pencuri kuda yang lingkungan tempat tinggalnya dijaga begitu ketat. Mampukah?

Antara Waru, Rancamaya, dan Jakarta
Novel ini memiliki tiga layar lokasi yaitu di Waru, Rancamaya, dan di Jakarta. Lokasi penembakan Jim di Waru, Sidoarjo. Tempat Jun bekerja di Jakarta. Sedangkan lokasi tempat tinggal Jim ada di Rancamaya. Selanjutnya dua tempat, Rancamaya dan Jakarta, disinggung bergantian.

Cerita Jun bak dongeng. Ia yang pekerja kantoran biasa kemudian menjadi penipu ulung dengan menjadi pembersih kandang kuda dan perawatnya. Jika melihat tenggat pencurian, maka ia harus menguasai pekerjaannya dengan cepat.

Menurutku merawat kuda hingga bisa menunggangnya itu perlu waktu agak lama. Tidak bisa begitu instan. Tapi karena novel kriminal ini seperti dongeng sebaiknya aku tidak perlu terlalu pusing memikirkan hal itu.

Setelah pencurian kuda, menu utamanya adalah mencuri berlian yang disimpan di kotak deposit sebuah bank. Pastinya rencana ini perlu kecermatan. Namun, rencana dan eksekusi yang dilakukan mereka biasa saja, bahkan nampak sederhana. Eh keamanan bank apakah hanya seperti itu?

Ya, aku lagi-lagi lupa kalau ini adalah dongeng dan hanya cerita fiksi. Nikmati saja.

Seharusnya aku tinggal membaca saja. Tapi ada beberapa hal yang membuat aku merasa ada bagian-bagian yang kurang logis dan hiperbolik. Masak tembak-tembakan di tempat terbuka dan tempat umum, tidak ada masyarakat yang heboh dan panik. Perubahan karakter Jun yang lugu menjadi penipu ulung juga terlalu drastis.

Dialog bahasa Jepangnya agak kurang umum. Apa benar ya itu dialog yang umum digunakan yakuza Jepang cabang Blok M?

Dari segi cerita meski menarik memang agak kurang logis dan bombastis. Namun, aku mengapresiasi niatan dan langkah penulis dalam menyusun rencana perampokan berlian. Rencana perampokan inilah poin utama dari novel ini dan hal yang ditunggu-tunggu dalam film tentang kompolotan pencuri.

Selain itu, ilustrasi yang dibuat oleh Muhammad Ozat begitu bagus dan detail. Para pembaca jadinya bisa membayangkan situasi dalam cerita dengan melihat ilustrasinya.

Detail Buku:
Judul: Muslihat Berlian
Genre: novel kriminal, misteri, thiller
Penulis:Tsugaeda
Ilustrator: Muhammad Ozat
Penerbit: One Peach Media
Tebal Buku: 239 halaman
Tahun Terbit: 2021

~ oleh dewipuspasari pada Februari 21, 2025.

Tinggalkan komentar