I’m Not a Robot, Film tentang Eksistensi dan Bot

Minggu depan pada tanggal 3 Maret (waktu Indonesia), pengumuman Oscar bakal disampaikan. Sebelum itu, aku menonton dan membuat ulasan film-film yang masuk Oscar. Kali ini aku mengupas film yang masuk nominasi kategori Best Live Short Action. Judulnya I’m Not a Robot.

Film asal Belanda berdurasi 23 menit ini menceritakan Lara (Ellen Parren). Ia seorang produser musik.

Suatu ketika setelah me-restart laptopnya karena ada pemutakhiran sistem, ia kebingungan. Ia telah berulang kali gagal memasukkan CAPTCHA.

Ia menelpon pihak support. Namun, ia malah mendapatkan jawaban yang mengejutkan. Si petugas bilang bahwa mungkin saja ia robot.

Lara frustasi. Ia kemudian diarahkan mengisi tes untuk menentukan apakah ia manusia atau bukan. Setelah mengisinya, ia malah dianjurkan masuk komunitas bot.

Apakah benar ia sekadar bot?

Cerita yang Bikin Penasaran
Di awal dan di akhir, ada lagu cover Creep milik Radiohead yang seolah-olah memberitahu penonton bahwa film ini bakal tidak biasa. “I’m creep. I’m weirdo…”

Penonton diyakinkan akan kegundahan Lara akan eksistensinya. Benarkah ia hanya sebuah robot? Apa makna dari kesadaran itu?

Pertengkarannya dengan kekasihnya dan kemudian ada perempuan bernama Pam makin membuat tensi cerita naik. Pertengkaran mereka membuka kotak pandora, sesuatu yang ditutup-tutupi selama ini.

Ceritanya menggelitik. Bagian akhirnya dibiarkan mengambang. Film ini diproduksi oleh OAK Motion Pictures dan didistribusikan oleh The New Yorker. Kalian bisa menyaksikan secara cuma-cuma di Youtube akun The New Yorker.

Gambar dari IMDb

~ oleh dewipuspasari pada Februari 23, 2025.

Tinggalkan komentar