Bagaimana Mengelola Festival Film

Menarik menyaksikan perkembangan festival film saat ini. Pada lima tahun terakhir ini makin banyak festival film di Indonesia yang diselenggarakan, baik yang bersifat lokal maupun mancanegara. Salah satu festival film di Indonesia yang cukup tua dan besar pengaruhnya adalah Jogja-NETPAC Asian Film Festival alias JAFF. Saat ini JAFF telah berusia 19 tahun.

Saya menjadi salah satu saksi tahun 2024 betapa meriahnya penyelenggaraan JAFF baik dari segi penayangan bioskop, acara non screening, hingga JAFF Market. Nah, dalam buku berjudul “Mengelola Festival Film” ini Ifa Isfansyah yang telah kenyang mengelola JAFF ingin membagikan pengalamannya dari pra hingga paska festival tersebut dilangsungkan.

Ada rangkaian panjang kegiatan yang dilakukan sebelum dan setelah penyelenggaraan film. Pada masa pra penyelenggaraan ada penyeleksian film, penentuan program pemutaran, jenis penghargaan yang akan dibagikan, mengundang pembuat film, penjurian, sistem sensor, lokasi festival dan teknis pemutaran film, serta program acara non screening.

Sebuah festival film sangat perlu mempertimbangkan banyak hal dari waktu penyelenggaraan, lokasi, ketersediaan film, durasi festival, hingga ketersediaan SDM.

Ya, ada banyak yang kiranya perlu dipersiapkan dalam mengadakan sebuah festival film. Tujuannya agar festival film tersebut tak hanya selesai namun juga memberikan kesan dan manfaat (pengalaman) bagi penonton.

Buku ini runtut dan detail sehingga mereka yang berniat untuk mengadakan festival film bisa mengikuti saran, tips, dan langkah-langkah yang dianjurkan dalam buku ini.

Dalam bagian kesimpulan, Ifa menyebutkan tiga pilar dasar penyelenggaraan festival film. Yaitu, pemrograman, teknis pemutaran film, dan komunikasi.

Tertarik menyelenggarakan atau terlibat jadi panitia festival film?!

Detail Buku:
Judul: Mengelola Festival Film
Penulis: Ifa Isfansyah (@ifa_isfansyah)
Penerbit: @bukugpu
Tebal: 229 halaman
Terbit: Desember 2024

~ oleh dewipuspasari pada Maret 2, 2025.

Tinggalkan komentar