Misteri Pembunuhan di Mesopotamia

Aku menyukai novel dengan latar situs penggalian dan tokoh para arkeologi. Ketika membaca sinopsis Pembunuhan di Mesopotamia memiliki kaitan dengan kasus yang menimpa istri arkeolog yang tinggal di dekat situs penggalian Hassanieh di Irak, aku langsung tertarik.

Cerita Pembunuhan di Mesopotamia tak serta-merta dikisahkan dari sisi Hercule Poirot. Melainkan oleh Amy Leatheran, seorang perawat, yang ditugaskan mencatat oleh Dr. Giles Reilly.

Suatu ketika Amy ditugaskan menemani Louise Leader, istri pemimpin ekspedisi penggalian di sekitar Hassanieh. Mereka sepertinya menemukan reruntuhan sebuah kota kuno. Nah, sang istri nampaknya mengalami ketegangan urat syaraf. Ia kerap disebut berhalusinasi dan berkhayal tentang apa yang membuatnya ketakutan. Namun, apakah ia memang hanya berhalusinasi atau ancaman itu nyata?

Ketika Poirot muncul konflik makin mencuat. Ada berbagai masalah hadir, dengan puncaknya Louise meninggal. Siapa kira-kira pelakunya?

Gaya bercerita dalam novel Agatha ini tak seperti biasanya. Mungkin karena disampaikan oleh Amy bukan Poirot langsung atau Miss Marple. Entah kenapa ceritanya jadi berkesan rumit, tidak mengalir seperti biasanya. Alhasil saya perlu waktu agak lama untuk menuntaskan novel ini, tidak seperti novel-novel tentang Poirot lainnya.

Secara umum kasusnya menarik. Ada banyak hal yang menjadi distraksi dari kasus utama, sehingga agak pelik untuk diselesaikan. Petunjuk ke pelakunya juga agak susah diketahui.

Seperti kasus misteri pembunuhan pada umumnya, menemukan pelaku dan motifnya adalah sesuatu yang menarik dari genre ini. Pembaca diajak untuk berpikir dan menebak-nebak, serta membayangkan situasi dalam lokasi kejadian.

Jadi siapa pembunuh Louise?

Detail:
Judul Film: Pembunuhan di Mesopotamia
Penulis: Agatha Christie
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
Tahun Terbit: 2017
Tebal: 336 halaman

~ oleh dewipuspasari pada Maret 9, 2025.

Tinggalkan komentar