Pindang Ikan Ala Subang

Pindang ikan atau ikan pindang di beberapa tempat di Indonesia memiliki perbedaan makna. Ada yang menyebut ikan pindang sebagai ikan yang dikukus untuk diawetkan, tapi ada juga yang menyebut istilah ini untuk metode memasak ikan dengan cara tertentu. Bagaimana dengan pindang ikan ala Subang?

Di Sumatera, pindang ikan merujuk cara memasak ikan dengan cara berkuah. Ada yang kuahnya kuning seperti acar ikan dengan rasa asam segar berkat daun serai. Namun, ada juga yang merah kecokelatan dengan rasa yang asam manis segar, berkat tomat dan cabe.

Di Jawa Timur ikan pindang merujuk ke ikan yang diawetkan dengan cara dikukus. Biasanya ikan jenis salem dan tongkol yang dipindang. Rasanya lebih asin dan gurih. Ikan pindang ini enak digoreng atau dimasak seperti tumis cabe ijo atau disayur dengan santan.

Oh iya ikan pindang juga sering buat makanan kucing, meski ya juga sangat layak buat disantap manusia. Entah aku juga tidak paham mengapa ikan pindang kemudian banyak digunakan sebagai makanan kucing yang dicampur nasi.

Dulu nenekku punya stok ikan pindang banyak buat dicampur dengan nasi dan jadi makanan kucing. Kucing-kucing suka banget.

Di Jakarta, ikan pindang disebut ikan cue. Ikannya ditaruh di bilah kayu. Biasa aku membelinya di Kramat Jati. Dulu 2500 dapat dua ekor. Kini 10 ribu hanya dapat tiga wadah alias enam ekor. Ada salem kecil dan salem besar.

Harga tongkol versi diawetkan juga sekarang naik. Kalau beli utuh dan minta dibersihkan harganya sekitar 18-20 ribu.

Nah di Subang aku baru tahu jika pindang ikannya berbeda. Gaya penjualnya saja berbeda yakni dengan bersepeda dan ada empat panci besar isi ikan. Ada ikan tongkol, ikan salem besar dan ikan Salem kecil. Juga ada ikan deles. Oh iya ikan deles itu nama lainnya ikan layang.

Ikan-ikan ini tak hanya diberi garam dan dikukus, melainkan dimasak dengan teknik tertentu selma beberapa jam setelah dibumbui. Bumbunya di antaranya bawang merah, bawang putih, daun salam, lengkuas, dan lainnya.

Harganya ada yang 10 ribu dapat tiga, juga ada yang 10 ribu perekor dan 25 ribu dapat dua. Harganya bergantung ke jenis ikan dan ukurannya.

Penjualnya ini berkeliling dengan bersepeda pancal atau bersepeda motor. Dagangannya awet dua harian, tapi kalau ditaruh di kulkas bisa tahan seminggu. Omong-omong ada kampung pindang ikan di Subang. Ini selaras dengan ikon Subang sebagai salah satu sentra perikanan.

Tadi malam ikan pindang salem kecil kugoreng. Rasanya gurih dan kaya karena penuh rempah. Enak disantap dengan nasi hangat dan tumis sayuran.

~ oleh dewipuspasari pada April 2, 2025.

Tinggalkan komentar