Apakah Kamu Merasa Bersalah Makan Mie Malam-malam

Jarum jam sudah menunjukkan pukul 21.30 WIB. Tak ada hujan hari ini. Rasanya begitu gerah kali ini. Meski demikian aku merasa lapar dan ingin makan mie instan rebus dengan bawang goreng banyak sekali. Akhirnya aku makan dengan lahap sekali.
Kurebus air dan kemudian kemasukan potongan pakcoy. Setelah itu telur menyusul. Yang terakhir adalah mie bawang. Kutunggu dengan sabar hingga semuanya matang.
Aku ingin menyantap mie yang medhok dan pedas. Sayangnya aku lagi malas mengiris bawang merah dan bawang putih lalu menumisnya. Seharusnya aku melakukannya.
Sebagai gantinya setelah mie matang dan kumasukkan mangkuk, kutaburi bawang goreng banyak-banyak.
Menyantap mie rebus malam hari itu menyenangkan. Perut menjadi kenyang dan hangat. Hanya memang selalu muncul penyesalan setelahnya. Oh perutku bakal buncit dan aku harus menunggu beberapa jam baru bisa tidur pulas.
Karena menyantap mie malam-malam terasa seperti sebuah pelanggaran, aku jarang melakukannya. Hanya untuk momen yang istimewa. Tapi kali ini entah apa yang kurasakan. Apa karena Kwan membaik atau karena ada kucing tamu yaitu anak kucing hitam? Entahlah. Yang penting keinginanku menyantap mie rebus pedas dan pekat terlaksana.

Kadang di waktu malam tertentu tetiba pengen makan. Tapi kalo sekali kali nggak papa mbak, asalkan jangan tiap hari, nanti limit dan perut membuncit wkkw