Santap Rawon (Lagi)

Ketika kembali ke Lampung, aku menjelajah daerah Pesawaran. Ada banyak pantai di sini. Sayangnya jalannya banyak yang tidak mulus. Akhirnya sebelum sampai ke pantai yang ingin kami tujuan, kami pun kembali karena kuatir pulang gelap-gelap di jalan yang rusak. Ngantuk dan lelah, kami pun bersantap rawon.

Sebenarnya rawon di rumah makan Budi Rahayu bukan yang benar-benar sedap. Lumayanlah. Kuah rawonnya cukup kental dengan isian potongan daging sapi yang cukup banyak dan lumayan empuk. Hanya, kuahnya kemanisan. Alhasil aku tambahkan sambal cukup banyak untuk mengurangi rasa manisnya. 

Kami memesan telur asin dan jeruk hangat. Pasangan menambahkan tauge mentah banyak-banyak membuatku keterangan karena biasanya ia tidak suka. 

Telur asinnya enak. Asinnya pas. Telur asin entah kenapa jadi pasangan makan rawon. 

Pasangan meminta krupuk putih. Setelah nasi habis dan kuah masih banyak, maka sebagai pamungkas kerupuk pun dicocol dengan kuahnya. 

Setelah seruput jeruk hangat, aku merasa benar-benar kenyang. Lega sudah sampai pusat kota Bandar Lampung. 

Ketika mendengar tagihan, aku merasa kangen dengan rawon buatan ibuku yang sedap. Empat porsi rawon ternyata lumayan mahal hehehe. Lain kali kalau pulang kampung ke Malang dan ibu membuatkan rawon, aku akan makan banyak-banyak. 

 

 

~ oleh dewipuspasari pada April 18, 2025.

Tinggalkan komentar