Into the Fire dan Thirteen Senses

Gara-gara kucingku memilihkan lagu Into the Fire ini kemarin, hari ini seharian aku rajin memutar lagu ini. Ada sesuatu yang membuat lagu ini nagih. Entah musiknya, entah liriknya, atau mungkin gaya bernyanyi vokalisnya, aku terus mendengar tembang hits dari Thirteen Senses, band asal Inggris ini.
Into the Fire merupakan salah satu lagu dalam album Invitation yang dirilis September 2004. Lagu ini laris diputar di berbagai serial televisi, termasuk Grey Anatomy, sehingga aku merasa tak asing dengan lagu ini, seperti pernah mendengarnya.
Tembang ini memang yang membuat nama band satu ini meroket. Memang permainan gitar, iringan piano lagu ini menarik. Bagian introduced untuk solo gitarnya enak didengar. Musiknya membangun atmosfer tertentu, seperti mengajak merenung atau melakukan kontemplasi.
Lirik lagu ini berulang membuat pendengar lagu ini ingin tahu maksud dari lirik lagu tersebut.. Come on come on put your hand into the fire. Explain, explain as I turn and meet the power.
Ehm apa maksudnya ya. Aku mendengarnya lagi dan lagi. Kemudian aku mencoba memahaminya, dari nuansa lagu, cara vokalis bernyanyi, dan liriknya.
Aku menebak lagu ini tentang pemurnian diri. Di beberapa kepercayaan, api perlambang penyucian dan pembuktian diri. Jadi lirik itu sekadar simbolis.

Secara keseluruhan menurutku lirik lagu ini tentang spiritual, tentang menaikkan vibrasi diri, tentang upaya pemurnian jiwa agar tingkat spiritual naik. Lagu ini hanyalah salah satu dari lagu dengan tema spiritual. Menurutku lagu berikutnya yang berjudulnya The Salt Wound Routine juga memiliki lirik simbolik dengan makna yang dalam. Lagu ini juga enak didengar.
Tembang yang masih dalam album yang sama, Thru The Glass juga punya lirik yang indah dengan pesan yang menarik liriknya juga berulang untuk menegaskan pesan. Permainan gitarnya juga unik dan enak didengar.
Aku baru mendengar satu album ini dan beberapa lagu dari album lainnya karya Thirteen Senses. Jika menilik judul album band ini, seperti ada benang merah tentang spiritual. Judul album mereka adalah The Invitation, Contact, Crystal Sound, A Strange Counter, dan teranyar yang dirilis tahun 2024 adalah The Bound and the Infinite.
Band Thirteen Senses didirikan tahun 2021. Band ini terdiri dari Will South (piano, gitar, vokal), Tom Welham (gitar, backing vocal), Adam Wilson (bas, dan Brendon James (perkusi, drum).
Gambar dari stereoboard, nbap, Thirteen Senses Peru

