Mendadak Dangdut Ala Titi Kamal

Gara-gara film terbaru Mendadak Dangdut yang dibintangi Anya Geraldine rilis sejak Rabu lalu (30/4), aku jadi penasaran dengan film pendahulunya yang dirilis tahun 2006. Dulu sempat nonton sih di televisi, cuma ceritanya mulai lupa. Ketika kutonton lagi, ceritanya masih lumayan menghibur.
Mendadak Dangdut dulu populer berkat lagu Jablai yang dibawakan Titi Kamal. Lagu ini sering diputar di angkot dan para pengamen dulu. Lagu ini memiliki lirik yang agak vulgar sekaligus nestapa. Judulnya sendiri juga gimana gitu, kepanjangannya jarang dibelai.
Lagu Jablai ini juga dibawakan Titi Kamal dalam film. Di sini ia berperan sebagai Petris. Aslinya ia adalah pencipta lagu dan biduan pop rock yang sedang naik daun. Ia dikenal sombong dan pemarah. Petris punya kakak bernama Yulia yang diperankan Kinaryosih. Selain menjadi kakak, Yulia adalah manajer Petris.
Nah suatu ketika ada razia kendaraan. Di mobil yang ditumpangi Yulia dan Petris ditemukan heroine, yang rupanya milik pacar Yulia. Terancam hukuman mati, keduanya kabur. Tahu-tahu mereka masuk ke gang demi gang dan kampung yang sedang nanggap orgen tunggal bersama biduan dangdut.
Karena penyanyinya pergi, Yulia mengusulkan Petris sebagai pengantinya, kepada Rizal (Dwi Sasono). Petris yang kemudian punya nama baru Iis rupanya kesulitan membawakan lagu dangdut dengan cengkoknya. Ia juga belajar bergoyang.
Ketika belajar cengkok, ia mendapat filosofi bernyanyi dangdut dari mentornya. Bagi sang penyanyi yang asal Garut, bernyanyi dangdut itu bukan hanya untuk diri sendiri, tetapi untuk menghibur mereka yang mendengarkannya.
Ketika keduanya mulai nyaman dengan kehidupan baru, Petris terkejut mendapati tabloid dan koran memasang foto dirinya.
Cerita yang Menghibur dengan Lelucon yang Gimana Gitu
Film Mendadak Dangdut kaya akan tembang dangdut. Ada beberapa lagu yang muncul di sini. Di antaranya Jablai, Mars Pembantu, dan Adeudeuh Kakang. Lagu Jablai ini diciptakan oleh Mulyadi, Uki Nuril, Monty Tiwa. Sedangkan Mars Pembantu diciptakan Monty Tiwa yang menjadi produser album soundtrack Mendadak Dangdut dan penulis skenario.
Meski aku bukan penggemar dangdut, aku menikmati lagu-lagu dangdut dalam film. Aku menyukai bagian Iis yang belajar cengkok dangdut sambil menyanyikan Jablai. Lirik Mars Pembantu cukup bagus, demikian aransemennya.
Suara Titi Kamal saat membawakan lagu pop rock Bunuh Reality cukup bagus. Memang saat membawakan lagu dangdut, cengkoknya masih kurang. Tapi lama-lama lumayan.
Akting pemeran di film ini memang bagus. Tikam berhasil menjadi sosok Petris yang sombong dan pemarah. Ia juga nampak ogah-ogahan dan malu bernyanyi dangdut, hingga kemudian menikmatinya. Kinar sebagai Yulia juga pas memerankan sosok kakak yang naif, mudah jatuh hati, meski desain karakternya agak lemah.
Yang paling menarik adalah Adi Sasono sebagai Rizal. Ia cocok sekali berperan sebagai cowok dangdut. Tampang dan gayanya memang dangdut, ehm agak susah dijelaskan.
Dari segi cerita, lumayan, hanya aku kurang suka dengan beberapa dialognya yang menjurus dan vulgar. Aku juga tak suka desain karakter anak kecil, si Mamat, yang digambarkan mesum.
Secara umum film yang disutradarai oleh Rudi Soedjarwo ini masih enak dinikmati hingga sekarang. Bahkan aku lebih menyukai versi perdananya ini dibandingkan film versi kekiniannya. Oh ya aku baru ingat, aku dulu pernah punya bukunya hahaha.
Gambar: Indonesian Film Center dan IMDb


