Kesialan Beruntun dalam “Fatima the Spinner and the Tent”

Fatima adalah gadis yang cantik dan rajin. Ia pandai memintal benang. Suatu ketika ayahnya yang seorang pedagang mengajaknya berlayar dan berdagang. Ia berharap dalam perjalanan putrinya dapat bertemu dengan calon suaminya. Itulah kisah pembuka dalam Fatima the Spinner and the Tent.
Namun sayangnya kapal mereka karam. Fatima sebatang kara. Ia kemudian diajak tinggal oleh keluarga yang miskin. Mereka membuat kain. Sayangnya kemudian muncul perompak, Fatima ditangkap dan dijual sebagai budak.
Nasib Fatima belum mendapatkan titik terang. Ia terus mendapatkan kesialan. Apalah nasibnya memang dikutuk?
Cerita Fatima dengan rentetan kesialannya ini menarik disimak. Cerita ini karya Idries Shah dan Natasha Delmar yang masuk dalam serial Let’s Read dan diterbitkan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan DKI Jakarta.
Ceritanya ringan dan mudah dipahami sehingga anak-anak mudah membacanya meski ceritanya lebih pas untuk 13 tahun ke atas. Bukunya juga tipis, kurang dari 50 halaman sehingga cocok bagi mereka yang berlatih membaca untuk membentuk kebiasaan.
Ceritanya kaya pesan moral. Tak ada kesedihan dan kemalangan yang tak memberikan makna. Ketika seseorang bersabar dan terus berbuat kebajikan, suatu ketika pintu peluang dan kelimpahan akan terbuka.
Kalian bisa membacanya gratis di aplikasi iJakarta.
