Kue-kue

Hari ini aku mengobrol tentang kue. Hei obrolan kue itu bukan sesuatu yang mudah. Pasalnya, sambil berbicara, aku membayangkan makanan-makanan itu dan mencoba mencicipinya. Oh kenapa kue lapis dan pie buah nampak begitu menggoda??
Dulu ketika kami hendak menjadi tuan rumah, baik acara arisan, pertemuan warga, dan lain-lain, ibu mengajakku berkunjung ke rumah tetangga yang pandai membuat kue. Aku suka sekali mendengarkan ibu membahas kue-kue. Sayangnya tak ada kue contohnya. Alhasil aku hanya bisa membayangkan.
Dulu ibu sering sekali membeli kue cake yang disebut klemben. Favoritnya klemben dengan kenari. Teksturnya halus, warnanya kecokelatan, dengan aroma yang khas dan taburan kenari. Aku lupa nama resmi cake ini. Namun ketika hangat memang cake ini lezat. Apalagi bagian tepi cake dengan taburan kenari.
Favorit lainnya adalah kue sus dan pastel. Ini aku sampai bosan. Tapi kini aku merindukannya.
Kini jenis kue makin beragam. Ada pie buah dan kue modern. Namun aku kangen kue basah. Oh aku ingin talam dan kue lapis.
