Lagi (lagi) Overthinking Soal AI

Robot AIGara-gara makin banyak menemukan artikel film menggunakan AI, aku jadi overthinking. Kalau yang persentase penggunaan AI-nya hanya sedikit dan hanya sebagai alat bantu sih masih tidak apa-apa. Sayangnya ada juga dominan pakai AI. Kalau seperti itu lantas buat apa unggah artikel tersebut toh pembaca juga bisa langsung tanya ke AI?!

Memang sih AI membantu dan kita tidak bisa menampik perkembangan teknologi. Tapi lama-kelamaan ada tanda tanya besar. Apa sebentar lagi manusia sudah nggak perlu ada lagi ya? Toh bisa tanya-tanya ke AI. Lebih pinter lagi.

Atau, manusia tetap ada, tapi kayak cangkang saja🥲. Hal ini dikarenakan mereka sudah malas berpikir dan menganalisa. Semua diserahkan ke AI

Aku sendiri nggak menampik fungsi dan manfaat AI. Aku juga sering memanfaatkannya untuk brainstorming, bertanya hal-hal aneh seperti makna angka kembar, dan membantu merangkum video. Namun, untuk tulisan aku masih mengandalkan diriku sendiri.

Kadang kala aku overthinking. Aku takut sekali kehilangan diriku digantikan sosok-sosok tanpa wujud itu.

Siapa tahu mendatang teknologi kloning disetujui. Lalu informasi tentang diriku dari dunia maya maupun yang ditiru oleh mesin AI dimasukkan ke otak kloningan tersebut.

Duh kok jadi cerita horor ya?

Gambar dari Alexandra Koch

~ oleh dewipuspasari pada Oktober 16, 2025.

Tinggalkan komentar