Putri Berkicau
Sebuah event budaya di Cirebon yang berlangsung dari pagi hingga sore, memberiku lingkaran pertemanan baru. Salah satu kawan baruku memiliki nama penulis yang menarik, Putri Sarinande, yang mengingatkanku akan sebuah lagu daerah yang pernah kunyanyikan pada masa lalu. Selain ramah, rupanya ia punya buku kumpulan puisi yang ditulisnya pada tahun dua ribu sepuluh. “Putri Berkicau”, judul buku itu.
Itu berarti buku kumpulan puisi itu telah berusia 16 tahun. Ia menulisnya saat masih berusia 25 tahun. Aku tertegun. Itu usia yang cukup belia bagi penulis untuk debut sebuah buku. Apalagi buku ini terlihat dibuat dengan sungguh-sungguh.
Aku pun membacanya. Kubaca dua kali saat dunia masih terasa tenang dan langit masih gelap. Aku coba menyerap cerita, pesan, dan emosi yang ada di tiap puisi dan di tiap rangkaian kata.
Ini bukan jenis puisi yang ditulis oleh pemula. Pilihan tema, diksi, dan juga emosi yang hadir di tiap puisi menunjukkan kematangan dan pengalaman si penulis yang ditempa bertahun-tahun lamanya.

Ada lebih 70 puisi dalam buku ini. Temanya meliputi spiritual, keluarga, cinta, feminisme, kritik sosial, dan masih banyak lagi. Puisi-puisi ini sepertinya ditulisnya pada tentang tahun 2008-2010. Dalam buku ini terlihat ia tak takut melupakan kemarahan, kemuakan, dan juga gagasan yang ada di benaknya.
Putri mencoba bereksplorasi dan tidak membatasi diri dengan model puisi konvensional. Jumlah bait dan baris ia bebaskan, ada yang panjang ada pula yang hanya satu atau beberapa baris. Demikian juga dengan struktur dan gayanya.
Ada kalanya puisinya bercerita dengan gaya dialog seperti dalam puisi berjudul “Dialog Adam dan Tuhan (dan Hawa)”. Di puisi lainnya mengunakan gaya ala puisi naratif, seperti “Anjing Liar yang Meradang” dan “Dongeng si Gadis Mawar”. Puisi modern sepertinya menjadi kiblatnya.

Salah satu puisi yang kusuka adalah “Pernikahan Massal Para Kata”. Unik. Berikut cuplikannya.
resah+iri —> duka
gundah+benci —> luka
marah+caci —> hina
darah+ambisi —> neraka
Ilustrasi yang dibuat oleh Raigesit Bumi Merdeka Somara dan Teja Tidara Katresna ikut mempertebal dan mendramatisasi pesan dan suara dalam puisi ini. Ilustrasinya unik dan membuatku tersenyum. Tiap ilustrator punya gayanya sendiri yang khas.
Disebut debut, kumpulan puisi ini melampaui ekspektasiku. Sebuah karya yang matang, eksploratif, dan menunjukkan jati diri seorang Putri.
Deskripsi Buku:
Judul: Putri Berkicau: Puisi-puisi
Penulis: Putri Sarinande
Editor: Oom Somara De Uci
Ilustrator: Raigesit Bumi Merdeka Somara dan Teja Tidara Katresna
Tebal Buku: 84 halaman
Penerbit: Pustaka Kemucen
Tahun Terbit: 2010
