Kematian Sangkuni yang Paling Dinanti

Jika ada sosok tokoh yang dikaitkan dengan Sangkuni pasti orangnya sangat pendengki dan suka menebar fitnah. Yup, tokoh pewayangan ini memang rajanya sifat-sifat buruk. Ialah tokoh yang membuat Pandhawa menderita selama 13 tahun dan ia juga yang mengompori Duryudana untuk menentang ajakan damai Kresna dan memilih untuk  bertempur habis-habisan dengan Pandhawa dalam Bharatayudha.Sejak tokoh ini diperkenalkan, saya kontan membencinya.  Ia sombong dan suka berlagak. Ia berani menantang Pandu  yang berhasil  memenangkan sayembara Dewi Kunti dan  mendapatkan Dewi Madrim. Ia berkata dengan pongahnya akan  berhasil mengalahkan Pandu dan mendapatkan dua gadis  tersebut. Syukurlah ia kalah telak dan malah memberikan  kakaknya, Gandari yang kemudian menjadi istri Destarata.

Entah kenapa ia mengikuti kakaknya sebagai Adipati di  Hastina daripada sebagai raja di negaranya. Rasa dengki  kepada Pandu berlanjut ke anaknya, Pandhawa. Ia membuat taktik untuk membunuh Pandhawa dan Ibu Kunti dengan  membakar tempat mereka menginap di sebuah perayaan, namun ulahnya tercium Widura, sehingga Pandhawa dan ibunya  selamat. Tidak berhasil malah membuatnya sengit, ia  mengompori Destarata dan Duryudana untuk tidak memberikan  tahta Hastina kepada Yudistira alias Puntadewa melainkan  memberikan rimba angker kepada Pandhawa.

Dasar Pandhawa berhati budiman, mereka menerima tanah tersebut dan mengubahnya menjadi kerajaan yang sangat  apik bernama Indraprastha. Kejayaan negeri ini lagi-lagi membuat Sangkuni semakin dengki. Ia membujuk Duryudana  menggelar permainan dadu yang disukai Yudistira. Dengan akal liciknya, Yudistira kalah dan harus berkelana selama  13 tahun bersama adik-adiknya serta Drupadi.

Rupanya Sangkuni jugalah yang menghasut Duryudana untuk tidak menyerahkan Indraprastha setelah Pandhawa menunaikan kewajibannya. Ia lalu mengajak raja-raja lalim untuk bersekutu melawan Pandhawa. Nah, dalam perang inilah Sangkuni akhirnya menemui ajalnya. Pada hari terakhir sebelum kematian Duryudana. Bagian ini yang saya tunggu-tunggu karena saya sangat sebal dengan ulahnya.

Dalam kisah Bharatayudha dikisahkan bahwa Sadewa-lah yang kali pertama berhadapan dengannya. Rupanya Sangkuni meski sudah tua merupakan lawan yang tangguh. Namun, Sadewa akhirnya berhasil mengalahkannya. Di tengah-tengah pertempuran tersebut, Bima meminta Sadewa agar ia diperkenankan untuk melanjutkan pergulatannya dengan Sangkuni. Ya, tentu saja bukan lawan yang sepadan.
Sangkuni pun langsung tak berkutik.

Di tengah ketidakberdayaannya inilah (saya membacanya dengan miris), Bima menyobek mulut Sangkuni selebar-lebarnya hingga ke ujung telinganya (sadis, tapi mungkin hukuman yang paling setimpal dengan dia). Namun, ada sebuah versi cerita menyebutkan, Bima juga menguliti Sangkuni (lebih sadis) dan dibiarkan sekarat. Ia baru mati ketika tubuhnya disandingkan dengan Duryudana yang sama-sama sekarat. Kalau di versi terakhir berarti ia sekarat sehari lebih (fiuh-fiuh).

Kematian tokoh jahat itu melegakan. Di kisah Pandhawa Seda juga dikisahkan bahwa Sangkuni dan para Kurawa masuk ke neraka dan kekal di sana. Entah mengapa meski saya lega, ada rasa aneh mengingat ketragisan Sangkuni melepas nyawanya. Tapi mungkin setimpal dengan kejahatannya karena dari tokoh jahat hanya Dursasana, Sangkuni, dan Aswatama (anak Dorna) yang paling tragis kematiannya.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Maret 8, 2012.

94 Tanggapan to “Kematian Sangkuni yang Paling Dinanti”

  1. tapi kalau gak ada sengkuni kan gak seru, bagaimana bisa lahir pahlawan besar jika tidak menghadapi musuh yang setimpal, jika ada 1 orang pahlawan besar sudah barang tentu akan ada seratus musuh2nya yang hebat….

    • Sangkuni memang lawan yang hebat. Untuk ukuran fisik dan kemampuan bertanding dia masih di bawah pandawa. Tapi kelicikan dan tipu dayanya nomor satu. Menurutku Kurawa sebenarnya tidak jahat-jahat amat, seandainya tidak ada Sangkuni.

  2. duryudana walaupun terlihat antagonis, namun ada satu kebajikan yang dibuatnya saat secara serta merta mengangkat karna sebgai sahabat, walaupun tanpa usul dari sengkuni “dikisahkan bahwa sebenarnya karna adalah putra dewi kunti”

    • Duryudana sebenarnya tidak terlalu jahat cuma dia mudah ‘dipanas-panasi’. Ia murid kesayangan Baladewa. Ia iri kepada Pandawa karena seharusnya dari segi urutan ayahnya yang jadi raja sehingga ia menganggap dirinya yang lebih pantas jadi raja berikutnya.

  3. Hi mbak Dewi, salam kenal…izin memberi komentar yah

    Menurut saya, Shakuni merupakan salah satu tokoh atau karakter yang berpengaruh besar dalam kisah Mahabharata, Dialah yang menjadi sutradara perang Bharatayuda di Kurusetra. Dengan akalnya yang pintar menjadi promotor pertandingan antara kedua kubu keponakannya yaitu Korava dan Pandava. Ya bisa disebut “Don King” – nya Hindia masa lampau.

    Menurut saya kisah Mahabharata, mengajarkan ajaran-ajaran perilaku dalam kehidupan yang digambarkan berupa sifat atau karakter manusia. Misal Dhuryodana, mempunyai sisi buruk yaitu mudah emosi, cemburu, sentimen terhadap sepupunya yaitu Pandava. Sedangkan sifat baiknya, mempunyai kemampuan sebagai raja Bijaksana dan mencintai rakyatnya. Dia bukan raja yang kejam atau lalim, hanya benci terhadap Pandava saja.

    • Salam kenal Pak Tubagus,
      Terima kasih sudah berkunjung ke blog saya. Saya setuju dengan pernyataan Bapak jika Sangkuni itu pemain utama di peperangan Bharatayuda. Tentang Duryudana saya memang kurang tahu persis bagaimana wataknya, kecuali banyak yang bercerita ia sangat mencintai istrinya, adik-adiknya dan kedua orang tuanya. Ia juga murid kesayangan Baladewa dan Kresna yakin kakaknya itu akan membela muridnya jika ia tidak berusaha menghalang-halangi kakaknya.

      Yang membuat saya kecewa kepada Duryudana kenapa ia tidak menahan perilaku Dursasana ketika hendak mempermalukan Drupadi. Ia juga sangat mudah dipanas-panasi Sangkuni sehingga berbuat hal-hal yang kemudian disesalinya.

      Dan di kisah akhir pandawa, dikisahkan seluruh pandawa masuk surga setelah sebelumnya sempat masuk neraka (kecuali Yudistira). Namun, kurawa dan teman-temannya tidak ada yang masuk surga.

  4. Alhamdulillah…akhirnya sakuni mati jg…

  5. tp sebelumnya sangkuni itu jd penasehatnya korawa

  6. tp sebelum kematian mereka yg mati terlebih dahulu itu pandu

    • Pandu adalah ayah Yudistira, Bima, dan Arjuna yang telah meninggal sebelum tiga putranya lahir. Setelah Pandu wafat, tahta di bawah tampuk kakaknya, Destarata, hingga ia dewasa. Dan Sangkuni, adik Gandari, menjadi penasihatnya.

  7. Kenapa sengkuni tega berbuat licik kepada pandawa & menyuruh duryudana untuk menuruti semua keinginan sengkuni !!!

    • Sangkuni sangat membenci Pandu karena Sangkuni dulu ikut sayembara memperebutkan Dewi Kunti namun kalah oleh Pandu sehingga ia membenci anak cucu Pandu. Selain itu, ia berharap kakaknya Gandari menikah dengan Pandu tapi rupanya malah dipilih oleh Destarata sehingga ia makin kecewa.

      • Tapi yang saya dengar,sangkuni itu benci sama bisma karena sudah melamar gandhari jadi istri destrarasta yang buta.jadi sangkuni bersumpah akan menghancurkan hastina pura

      • Saya belum pernah dengar versi tersebut, bisa jadi ya. Yang saya tahu dulu Pandu mempersilakan kakaknya memilih istri di antara Dewi Kunti, Madrim dan Gandari, kemudian Destarata memilih Gandari dimana mengagetkan Destarata dan Sangkuni.

  8. waaagh, suka mahabarata juga yaaa…..

  9. sangkuni,,,

  10. aku suka banget liat matanya sengkuni,,, sengkuni, oh sengkuni,,,kapan kau mati,,,

    • Wah kok Rudy malah suka mata Sangkuni yang dengki?
      Kalau saya sendiri heran kenapa tidak dari dulu Sangkuni diadili/dikucilkan, kan ada Bisma, Widura, dan Kresna. Atau mungkin bisa jadi perang tidak bisa hindari.

  11. sengkuni kan raja gandara, knp ya kok dia tidak pernah terlihat memerintah di kerajaannya, malah lebih sering tinggal di hastinapura.

    • Salam barcodeindo,
      Nah saya juga heran mengapa tahta Gandara tidak diurusnya, mungkin rekan-rekan ada yang bisa menjawab. Atau bisa jadi ia ingin membalas dendamnya karena kekalahannya waktu bertempur melawan Pandu memperebutkan Kunti. Waktu kalah ia menyerahkan kakaknya, Gandari, dengan harapan Pandu menikahinya. Dan mereka berdua sangat kecewa ketika Destarata yang malah menikahinya.

  12. kalo dijaman skrang sengkuni itu amin rais kali ya…?

    • Salam Pak Waryono,
      Hemm Sangkuni orangnya licik, manis berkata-kata, dan sulit dipegang. Sepertinya Pak Amien Rais jauh lebih baik tapi entahlah saya tidak mengenal Beliau hanya lewat media yang akhir-akhir ini beritanya mudah dimanipulasi.

  13. Halo salam kenal,

    Yang saya heran dari semua tokoh mahabratha,kenapa yang di ekspose hidup membujang hanya Bhisma Dewabrata saja,sedangkan ada juga tokoh yang lainnya yang tidak pernah diceritakan menikah seperti sangkuni ini,ataupun raden arya widura misalnya,apakah meraka hidup membujang juga ??

    • Dear Edi,
      Bhisma tidak bisa menikah karena ia sudah terlanjur bersumpah tidak akan menikah agar ayahnya bisa menikah lagi sementara calon istri ayahnya ingin anaknya yang meneruskan tahta Hastina. Padahal, seharusnya Bhisma yang menjadi raja karena ia putra mahkota. Itulah kenapa ia tak sengaja membunuh Dewi Amba yang kemudian menitis ke Srikandi.
      Untuk Widura, ia memiliki anak bernama Sanjaya. Kalau versi Jawa, Sanjaya ini cukup berperan sebagai penyambung lidah Widura ke para Pandawa.
      Sangkuni sendiri juga memiliki istri namun di versi India tidak ditonjolkan. Kalau di versi Jawa namanya Dewi Sukesti. Di versi India memang cerita berfokus ke pandawa. Sedangkan di versi Jawa ada banyak kisah dari tiap tokoh wayang.

  14. sangkuni koyok ***

  15. sebenarnya sangkuni itu kakanya gandari apa adiknya dewi gendari sih aku masih bingung og

  16. menurut riwayat, sangkuni masih keturunan yahudi yg tinggal di afganistan (gandara)

    • Wah kalau Sangkuni dianggap keturunan Yahudi saya ragu. India masa itu berhubungan dengan negara yang berbatasan dengannya seperti Pakistan, Bangladesh, Afganistan, Nepal, dan Srilanka. Bangsa yang kemudian masuk ke India adalah bangsa Arya sementara ras pribuminya adalah bangsa Dravida.

  17. …Mb Dewi…
    …Yang saya baca di Mahabharata C.Rajagopalachari, kematian Sengkuni “enak sekali” akibat leher Sengkuni diterjang anak panah berujung setajam pedang yang dilepas Sadewa, hingga kepalanya menggelinding ditanah…Saya tertarik untuk “menyaksikan” kematian Sengkuni ditangan Bima, dimanakah saya bisa membacanya?…trims mb Dewi…

    • Mungkin banyak versi kematian Sangkuni. Saya bacanya versi Indonesia karangan RA Kosasih. Tapi terima kasih atas informasinya:)

      • Lebih bagus yang versi jawa kuna asal kediri.dimana bima diberi tahu semar bahwa satu satunya tubuh sengkuni yang tidak terkena minyak tala adalah (maaf) dubur..maka pancanaka menyobek sengkuni lewat itu nya..trus dikuliti..dan dibiarkan sekarat…kemudian mati digigit duryudana yang mengira sengkuni adalah banowati. Karena duryodana ga mau mati kecuali bersama dengan banowati isterinya.

      • Salam kenal Ican,
        Versi wayang purwa atau wayang Jawa itu memang penuh dengan intrik-intrik dan versi ceritanya pun sangat kaya. Para tokohnya digambarkan tidak hitam atau putih, namun memiliki sisi baik ataupun sisi kelam.
        Tentang kesetiaan Duryudana ke istrinya, Banowati, saya juga pernah dengar. Begitu pula dengan kecemburuan Duryudana karena selalu was-was jika istrinya lebih menyukai Arjuna dan memihak Pandawa dibandingkan dirinya.

  18. kenapa kok pada suka sangkuni , !

  19. oo gitu ya , tapi sangkuni dibunuh siapa ! masak duryudana membunuh paman kesayanganya !

  20. arjuna itu anak dari dewi kunti tapi kok bermusuhan dengan saudaranya bahkan arjuna membunuh saudaranya sendiri padahal arjuna adalah adik dari adipati karna !

    • Arjuna dan Karna masing-masing belum tahu jika mereka bersaudara. Saat menjelang baratayudha baru diberitahukan, dan ketika Kresna menanyakan keberpihakan Karna, ia menegaskan berada di kubu Duryudana karena merasa berhutang budi.

      Kemudian, mengapa Pandawa berperang melawan Kurawa, karena mereka sering dianiaya dan hak mereka tidak mau diberikan. Setelah mereka menjalani hukuman karena kalah judi, istana mereka seharusnya dikembalikan, namun Kurawa terus ingkar janji. Mereka juga sempat mengirim Kresna sebagai duta perdamaian kepada Kurawa namun niat baik Kresna dan Pandawa malah ditertawakan dan dilecehkan.

      • Dalam pewayangan Karna dan Pandhawa tahu kalau mereka saudara seibu, tapi karena Karna berhutang budi pada Duryudana (dujadikan raja di Angga, bukan Gangga) maka dia berpihak pada Kurawa, tapi di sisi lain dia juga sangat mencintai adik2nya yaitu Pandhawa. Maka ketika Kresna menjadi utusan untuk perundingan penyelesaian pengembalian Indraprastha gagal Kunthi tahu baratayuda akan terjadi, maka dibujuklah Karna untuk memihak Pandhawa. kepada Kunthi Karna berkata demi cintanya kepada adik2nya maka dalam baratayuda dia bersedia mati di tangan Arjuna

      • Terima kasih sudah berkunjung ke blog ini Sdr Pranoto. Memang ada beragam versi cerita Mahabharata, jadinya tidak bisa klaim mana cerita yang paling benar. Kalau yang saya baca di versi RA Kosasih, setelah Kresna menjadi duta ke Hastina dan mendapat ejekan dan tantangan perang, Kunti mendekati Kresna dan memberitahu rahasia jika ia saudara tertua Pandawa.

        Si Karna sudah tahu rahasia itu dari ayahnya, betara Surya, ia tetap berpihak ke Kurawa karena merasa berhutang budi juga karena merasa dilecehkan Bima saat pertandingan memanah. Ia tak bisa marah ke Bima karena si Bima juga tak tahu asal usul Kresna, ia malah agak kesal ke ibunya karena tidak mengakuinya saat itu. Tapi kemudian ia memaafkan ibunya dan berkata, tidak masalah siapa yang kalah nanti, Arjuna atau dirinya, putra Kunti tetap lima.

  21. oo jadi gitu ya karna sebenarnya ingin memihak pandawa tapi karna masih berhutang budi kepada duryudana , karena telah menjadikan karna sebagai raja gangga , dan diberi nama ADIPATI KARNA , yang telah gugur ditangan ARJUNA anak dari raja PANDU .

    • Dengan catatan itu berdasarkan cerita yang telah beredar di Indonesia:)
      Karena saya lihat cerita yang saya baca (versi RA Kosasih) dengan yang tayang di televisi agak berbeda. Karna versi Indonesia lebih bersikap kesatria dan ia sebenarnya memiliki panah sakti hadiah dari Dewa Indra. Sayangnya (versi Indonesia) panah tersebut telah digunakannya untuk membunuh Gatotkaca, sehingga saat berhadapan dengan Arjuna ia tidak memiliki senjata yang sangat sakti.

  22. kembali ke sengkuni menurut versi wayang kulit yang pernah saya lihat sebenarnya sengkuni cukup sakti mandraguna. memiliki kesaktian yang terletak du udeng/kethu/topi yang dipakai sengkuni. Kresna memerintahkan Bima untuk membunuh terlebih dahulu 2 anak kembar sengkuni yng memiliki ajian rawa rontek sehingga harus mati bersamaan. ketika melihat anaknya mati maka maka sengkuni lupa sehingga dengan rasa sedih dan kesal topinya di banting ketanah dan saat ini punakawan/petruk/gareng/bagong mengambilnya. kemudian Bima akhirnya merobek-robek tubuh sengkuni dan mengelupas kulit sengkuni. kepala sengkuni d tendang oleh Bima jauh melesat ke Duryudana yang saat ini sedang menenangkan diri di danau atau sungai. melihat Kepala sengkuni lalu…….. begithulah versi wayang kulit jawa.

    • Salam kenal dan terima kasih Sdra Agus telah berkunjung ke blog ini. Memang ada beragam versi kematian Sangkuni. Namun, cerita versi kepala Sangkuni ditendang belum pernah saya dengar. Terima kasih sudah berbagi versi lain dari kisah kematian Sangkuni. Mungkin intinya karena Beliau jahat dan sering menyakiti perasaan banyak orang maka kematiannya sangat tragis.

  23. menurut mbah saya yang dulunya dalang , kematian sangkuni trkena busur panah milik arjuna , ceritanya ; arjuna ingin mengarahkan panahnya ke ADIPATI KARNA tapi sayangnya ditengah laga arjuna jatuh tersungkur karena terkena gada milik BRAGADENTA [adik duryudana ke4 ] sudah berkali kali arjuna di pukuli dengan gada bragadenta tapi tidak pengaruh dengan kekuatan yang dimiliki arjuna , dan dibelakang BRAGADENTA ada sri batara kresna , sri tidak bisa berdiam diri dia langsung membunuh BRAGADENTA dengan aji purukusuma dan akhirnya BRAGADENTA mati ditangan sri , arjuna dengan sigap dia bardiri busur panah milik arjuna mampu mengalah kan sangkuni yang sedang pontang panting melawan prabu salya akhirnya sangkuni mati ditangan arjuna anak pandudewanata,

    • Salam kenal Akbar,
      Terima kasih buat mbahnya sudah mau berbagi cerita kepada kami.
      Saya belum pernah mendengar versi tersebut. Dan di Indonesia memang versi Mahabarata sangat beragam, terkadang bergantung pada dalangnya.

  24. kalau versi indonesianya kelemahan sangkuni ada pada dubur atau buritnya maka diapun mati dgn cara buritya ditusuk ,apakah itu benar ?

  25. kematian sangkuni memang beragam ya ! ada yang ditandang kepalnya ada pula yang dikuliti , bahkan menurut mbah ku dipanah arjuna ,sampai ada yang bilang sangkuni itu dibunuh bima putra pandu

    • Setahu saya ada dua versi besar Mahabarata, versi India dan versi yang sudah bercampur dengan nilai lokal/Indonesia. Dan di versi lokal pedalangan juga memiliki beragam versi. Tentu Akbar masih ingat ada para punakawan Semar, Gareng, Petruk, dan Bagong di versi lokal dimana di versi India tidak ada. Juga dimana Drupadi hanya menjadi istri Puntadewa/Yudistira, sementara di versi India menikah dengan seluruh Pandawa. Jadi saya tidak heran dan menerima segala versi kematian Sangkuni. Yang penting orang jahat akhirnya menerima balasan setimpal:)

  26. di india memang tidak ada punakawan adanya pandawa dan para kurawa , kalau diindonesia tentu ada punakawan karena diindonesia memiliki cerita mahabarata yang sangat lengkap , tidak ada satupun yang tidak ikut terutama lairnya gatotkaca , dan rama tambak.

  27. tapi difilm yg tayang di antv tuh gag sesuai ma yg pernah ak baca. matinya gag sadis. cm diceburin ke laut dah matiiii. padahal yg pernah ak baca tubuhnya dipenggal jadi 5 trus dibuang di 5 arah mata angin. mungkin indonesia kebagian yak kan banyak provokator juga disini “̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮.*.”̮ ƗƗɐƗƗɐƗƗɐ “̮ . sangking sadisnya sangkuni mati tuh makanya di tv nya agak di “sensor” utk kebaikan bersama. by the way filmnya TeOPe bget. jauuuuuuuuh drpd sinetron indonesia. Prenipat.

    • Hai Ratna,
      Wah sudah nonton sampai selesai ya serialnya di AnTV. Iya sih menurutku kualitasnya lebih bagus dibandingkan serial film India lainnya yang lagi tayang, termasuk dibandingkan sinetron di Indonesia saat ini.
      Kalau kematiannya Sangkuni di versi tersebut karena dibiarkan tenggelam di laut menurut saya tidak apa-apa, sudah cukup setimpal juga dengan perbuatannya yang jahat. Memang versi Mahabarata apalagi di Indonesia sangat beragam. Cerita wayang di nusantara jaman Hindu-Buddha dan ketika mulai terjadi penyebaran Islam juga berbeda.

  28. sepertinya yang saya tahu rama tambak itu adalah cerita kelahiran rama dan sinta beda dengan cerita ramayana rama tambak lebih seru !

  29. kok gak ada info lagi tentang harya sangkuni !

    • Wah blog ini isinya bervariasi, bukan hanya ingin mengulas tentang Sangkuni:)
      Lain kali mungkin saya akan menulis tentang dunia pewayangan lagi. Buku-buku wayang saya lebih banyak di kampung halaman.

  30. Halo mbak, mau menambahkan saja, bahwa sangkuni melakukan kekacauan bukan tanpa alasan. dan juga sedikit mengkritisi

    Nama Sengkuni di Indonesia, kerapkali dikonotasikan dengan kelicikan, kebejatan moral, hasut, dan lain-lain.

    Hal ini sebenarnya banyak dipengaruhi oleh penggambaran karakter dalam pewayangan Jawa. Semua karakter digambarkan serba hitam putih. Di satu sisi, digambarkan ada karakter baik tanpa cela, yang walaupun berbuat kesalahan, tetap dipuja karena tujuan dari perbuatannya adalah baik. Di sisi lain, ada karakter jahat, yang selalu digambarkan salah, walaupun dia berperang dengan etika perang yang benar, tetap saja digambarkan salah.

    Begitulah kelemahan pewayangan Jawa, lebih mengutamakan hasil akhir ketimbang proses. Hal ini di sisi lain juga menimbulkan kecenderungan untuk melakukan tindakan menghalalkan segala cara, yang penting menang.

    Tapi sebenarnya, dari semua tindakan “negatif” Sengkuni ini, mungkin hanya segelintir orang Indonesia umumnya, atau Jawa khususnya, yang paham mengapa ia (Sengkuni) berbuat seperti ini. Ini semua dikarenakan ketidaklengkapan penceritaan kisah Mahabharata oleh para narator pewayangan Jawa. Sehingga rakyat kebanyakan hanya paham versi hitam putih dari Mahabharata, padahal dalam versi asli India, boleh dikata, semua karakter tidak sepenuhnya baik, begitu pula sebaliknya, tidak ada karakter yang seratus persen jahat. Semua abu-abu sifatnya, seperti halnya semua manusia.

    Sengkuni atau Shakuni, adalah seorang Pangeran Gandhara (sekarang Afghanistan), Kerajaan Gandhara pernah ditaklukkan oleh Kerajaan Hastinapura, dalam sebuah operasi militer. Pasca penaklukkan ini, seluruh laki-laki Gandhara dipenjara, dan mereka hanya diberi makan sebutir beras perhari, untuk tiap-tiap orangnya. Karena semua laki-laki Gandhara yang ditahan menyepakati bahwa satu orang harus hidup untuk membalaskan dendam mereka, maka seluruh butir beras yang mereka terima diberikan pada Sengkuni. Tujuannya adalah supaya Sengkuni menuntaskan dendam rakyat Gandhara terhadap Hastinapura.

    Ayah Sengkuni, yaitu Raja Subala akhirnya mengaku takluk pada Hastinapura, hal yang kemudian membuat seluruh laki-laki yang dipenjara dan masih hidup, dibebaskan. Walaupun demikian, dendam Gandhara terhadap Hastinapura belumlah tuntas. Sengkuni sebagai sang pembalas dendam tersebut, juga merasa dihinakan oleh lamaran pernikahan Hastinapura terhadap adiknya, Gandhari. Ia merasa terhina, karena yang melamar adalah kerajaan yang pernah menyengsarakan dan membunuh rakyatnya. Karena itulah Sengkuni bersumpah untuk menghancurkan klan Bhisma (tetua Hastinapura), atau wangsa kuru, yang memerintah Hastinapura. Karena tidak punya pasukan yang cukup kuat untuk menaklukkan balatentara Hastinapura, maka Sengkuni memilih menghancurkan dengan operasi senyap.

    Perang Bharata Yuda, sebenarnya adalah hasil dari operasi senyap Sengkuni, untuk menghancurkan wangsa kuru yang dibencinya. Perang saudara ini kemudian menimbulkan banyak korban jiwa dari wangsa kuru. Walaupun Sengkuni akhirnya terbunuh, tetapi tujuannya untuk menghancurkan wangsa Kuru, hampir sepenuhnya berhasil. Praktis hanya segelintir wangsa Kuru yang bertahan hidup pasca perang Bharata Yuda.

    sekian dan terima kasih

    • Salam kenal Sdr Alland,
      Terima kasih sudah berbagi informasi tentang Sangkuni. Saya memang hanya tahu kisah Sangkuni dari kisah pewayangan lokal. Sementara, versi aslinya sendiri saya kurang tahu. Di versi nusantara, Sangkuni senang Gandari dilamar oleh Hastina. Cuma dia menyangka Gandari akan dinikahi oleh Pandu dan menjadi permaisuri. Ia sangat kecewa ketika akhirnya Gandari dipilih oleh Destarata sebagai istrinya.

      Terima kasih sudah berbagi cerita ke kami.

  31. apakah mbak tau bahwa di india sana ada sebuah kuil yang dibangun untuk menghormati sangkuni?

    • Saya belum tahu Pak, bisa diceritakan ke kami dimana lokasinya. Yang saya pernah ketahui (tapi tidak sempat masuk) waktu bertandang ke Manali, India Utara, adalah kuil Hadimba, istri Bima juga kuil Kresna di Bangalore.

  32. versi kematian sangkuni sangat beranekaragam. tp apapun itu, sangat wajar dan setimpal untk dia..dr awal melihat tokoh sangkuni saya sangat benci, tp setelah tau sangkuni mati ditangan pandawa, saya sangat senang.. biar saja manusia berhati iblis itu mati mengenaskan…biar disiksa di neraka

    • Benar Tiara, Sangkuni terlalu jahat. Tapi menurut saya seharusnya dihukum sejak awal ya, sejak ketahuan suka menghasut sehingga tidak terjadi judi, pengasingan, dan perang.

  33. namanya juga cerita, ga usah di ributkan. Cukup di ambil nilai-nilai positive nya saja

  34. kurawa itu jahat….iya karena sengkuni, tapi pendawa itu lebih jahat….dia membiarkan drupadi ditelanjangi…tanpa melawan, lihat campur tangan krisna…yang menyuruh untuk balas dendam….sedangkan balas dendam itu tidak baik….pada intinya yang jahat itu adalah provokatornya : sengkuni dan krisna, klo seandainya krisna menggangap tra kuru sebagai saudara mengapa dia tidak menolong kurawa untuk lepas dari hasutan sengkuni, tapi kenapa dia malah ngompori pendawa …. ini membuktikan sebenarnya adalah perak sengkuni dan krisna…….

    • Kejadian Drupadi dipermalukan memang bisa dipandang dari dua sisi. Dari sisi Pandawa mereka merasa Kurawa yang bersalah dan mereka tidak bisa membela Drupadi karena statusnya telah berubah jadi budak, sementara para penasihat istana juga lebih berpegang pada fungsi mereka, tidak berani meninggalkan sumpah jabatan mereka.

      Sementara dari sisi Drupadi, semuanya bersalah, baik Kurawa yang mempermalukannya, para penasihat yang diam saja, maupun suaminya yang tidak berdaya karena status barunya.

      • Ada yang mau menceritakan tentang gatotkacha … ?

      • Saya cuma bisa cerita versi RA Kosasih.
        Gatotkaca adalah anak dari Bima dan Arimbi. Ibunya adalah keturunan raksasa, kalau di versi Jawa sosoknya cantik seperti manusia, kalau di versi India sosoknya masih seperti raksasa tapi cantik. Saya pernah melihat sendiri kuil Dewi Arimbi (Hidimba Devi Temple) di Manali, India Utara.

        Gatotkaca sangat sakti dan mampu terbang. Ia mampu mengacaukan pasukan Kurawa dan akhirnya ia menjadi korban senjata utama Karna yaitu konta yang hanya mampu digunakan sekali, sehingga saat melawan Arjuna ia sudah tidak lagi memiliki senjata yang sangat sakti.

        Ada juga versi yang mengatakan, Konta sebenarnya gagal mengenai tubuh Gatotkaca karena ia terbang sangat tinggi dan sembunyi di balik awan, namun ada leluhurnya yang dendam kepadanya sehingga arwahnya itu menusukkan konta dari belakang tubuh Gatotkaca.

      • Coba kalau sangkuni baik , nggak jahat … Pasti di hastinapura nggak ada permasalahan sama sekali

      • Belum tentu juga sih…kan ada Duryudana yang juga sebenarnya memiliki sifat dengki dan Dursasana yang kasar.

  35. Seru Bgt Mahabharatanya . Tapi Aku Pernah Baca Di Suatu Artikel Waktu Shangkuni Wafat Potongan Tubuhnya Disebar Ke 5 Penjuru Dunia. Terus Sebelum Wafat Duryodana Meminta Shangkuni Untuk Melakukan Tipu Muslihat , Tapi Ia Menolak Karena Tidak Sempat . Waktu Menjelang Perang Barathayuddha Dewa Indra Meminta Perisai Dan Anting2 Karna . Kalau Misalnya Karna Tidak Memberikannya Kepada Dewa Indra Mungkin Saja Dia Tidak Mati . Terus Kenapa Abhimanyu Ceritanya Cuma Sedikit .Aj

    • Untuk cerita mayat Sangkuni disebar terus terang saya belum pernah dengar begitu pula niat curang Duryudana, mungkin memang ada versi tersebut karena versi Mahabharata apalagi versi nusantara sangat beragam.

      Memang jelang perang, Dewa Indra berniat meminta baju tamsir Karna dan anting-antingnya. Konon, senjata apapun takkan tembus ke tubuh Karna selama ia menggunakan baju dan anting-antingnya. Jika versi komik jadul RA Kosasi perisainya mirip rompi tapi ada juga versi yang menyebutkan baju tamsir atau perisai itu menyatu ke tubuhnya. Karna telah diperingatkan ayahnya, Dewa Surya akan permintaan Dewa Indra tersebut. Namun, karena Karna pernah bersumpah akan selalu berderma maka iapun tak bisa menolak permintaan Dewa Indra yang menyaru sebagai brahmana tersebut. Karna meminta senjata sakti dan Dewa Indra memberinya Konta, semacam lembing, yang dapat membunuh siapapun tapi hanya dapat digunakan sekali. Dalam cerita, akhirnya Karna terpaksa menggunakannya untuk menewaskan Gatotkaca, sehingga saat berhadapan dengan Arjuna ia sudah tak memiliki senjata yang sangat sakti.

      Untuk Abimanyu memang porsinya tidak banyak. Ia anak kesayangan Pandawa dan tewas saat perang setelah dikeroyok (menyalahi aturan/etika perang Bharatayuda). Dalam vesi lokal, selain Abimanyu, anak Arjuna yang tewas adalah Irawan.

      Dari pernikahan Abimanyu-Utari lahirlah Parikesit. Ra Kosasih membuatkan kisah tersendiri tentang Parikesit hingga anak keturunannya bernama Udayana. Ayah saya dulu pernah punya dan saya juga pernah membacanya. Tapi tidak tahu apakah masih ada/tidak di kampung halaman. Di situ ada juga tokoh Bambang Kaca, keturunan Gatotkaca.

  36. abimanyu tewas karena terkena busur panah karna , sepertinya dan kepalanya diinjak oleh duryudana , apakah itu benar mbak dewi .

    • Hemmm aku bacanya vesi RA Kosasih.
      Kalau menurut versi Kosasih, yang meninggal karena panah Karna itu Gatotkaca. Sedangkan Abimanyu tewas dikeroyok oleh Kurawa.

  37. apapun itu, yang namanya jahat y pasti akan kena akibatnya…ada sebab n akibat. kita buat baik,akhirnya pn baik bgt jg sebaliknya kita buat jahat akhir yg kita dpt jg nda akan baik… Tuhan itu tergantung umatNYA mana pilihan hidup yang akan d ambil n di jalani… aturan da d buat oleh NYA skr keputusan d tangan hambaNYA… That s a life rite…

  38. crta ny sngt mngerkkn

    • Iya deskripsinya mengerikan..untung tidak dilihatkan di komiknya. Meskipun Kurawa banyak tokoh jahat tapi saya sedih juga melihat kematian mereka yang mengenaskan.

  39. Sangkuni dibawa ke UGD sudah tidak bisa tertolong kehabisan darah, kebetulan stok darah di PMI sudah habis.
    Apalagi Sangkuni semasa hidupnya nggak mau ikut program asuransi.
    Minimal kalau dia mau menurut mendengarkan nasihat orang ikut BPJS ceritanya akan berbeda lagi.

  40. […] Kematian Sangkuni yang Paling Dinanti | Dewipuspasari’s … – Jika ada sosok tokoh yang dikaitkan dengan Sangkuni pasti orangnya sangat pendengki dan suka menebar fitnah. Yup, tokoh pewayangan ini memang rajanya sifat-sifat buruk. Ialah tokoh yang membuat Pandhawa menderita selama 13 tahun dan …… […]

  41. kurawa sebenernya gk begitu jahat, yg bikin jahat tu sengkuni. dorna tu juga gk begitu jahat

    • Kurawa memang tidak terlalu jahat, kecuali Duryudana dan Dursasana yang mudah terpengaruh Sangkuni dan iri pada Pandawa. Kalau Durna memang sifatnya seperti manusia pada umumnya, mulai memikirkan duniawi dan terlalu sayang pada anaknya.

  42. Kalau boleh dibilang, Sangkunilah Criminal mastermind dibalik tragedi perang trah Bharata. Saking sadisnya kematian Sangkuni, komikus RA Kosasih tidak berani menampilkan visualisasi kematiannya, padahal hampir semua kematian di Bharatayuda yang sadis ditampilkan oleh beliau, termasuk ketika kepala Karna terpenggal oleh Arjuna

    • Tiga tokoh Kurawa, Dursasana, Duryudana dan Sangkuni plus Aswatama mengalami nasib yang tragis dan mengenaskan. Aku bacanya saja sampai merinding. Ada rasa kasihan juga.

      Ada apa sebenarnya dengan Sangkuni kok begitu bencinya dengan Pandawa?apa gara-gara tidak berhasil mempersunting Dewi Kunthi dan saudarinya, Gandari tidak dinikahi oleh Pandu melainkan Destarata kah? Atau kisah lain seperti ia berasal dari negeri bawahan Hastina dan menderita. Entahlah.

      Bima seolah-olah kerasukan waktu membalas dendam, hal ini juga menakutkan.

  43. Kemengan pandawa dalam perang baratayuda bukan disebabkan kehebatan pandawa tapi lebih karena campur tangan basudewa krisna,basudewa yg merupakan purwujudan dewa dalam bentuk manusia tidak menginkan pandawa menang dalam perang baratayuda,kurawa yg dianggap angkara murka dianggap tidak layak hidup dan harus dimusnahkan.Kurawa tidak seratus persen salah Duryudana kukuh menginginkan tahta hastina pura karena menganggap dirinya paling berhak atas tahta itu karena dia adalah benar benar keturunan dari dinasti kuru,sedangkan Pandawa sama sekali bukan keturunan dari dinasti kuru karena mereka terlahir bukan melalui hubungan antara Pandu dan Kunti tapi mereka terlahir karena mantra,sehingga para dewa menghadiaih kunti dengan dg lima orang anak yg disebut Pandawa lima.sedangkan Karna tidak termasuk didalamnya.Kurawa hampir tak terkalahkan dalam petang mahabarata kalau bukan karena tipu daya basudewa krisna.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: