Penyalin Cahaya

Eh ada versi novelnya!
Aku langsung bergegas meminjam eBook ini via aplikasi iJakarta. Aku membaca nama penulis novelnya. Eh kok kayaknya nggak asing ya?! Ooh ternyata aku kenal, pernah bertemu di acara kelas menulis cerpen yang dipandu oleh penulis “Gadis Kretek”.
Oleh karena belum bisa tidur padahal sudah sangat mengantuk, aku pun membaca. Baru dua bab.
Yang menarik dari versi novel adalah detailnya. Yang tak diceritakan detail di versi novel di sini dimunculkan, seperti sosok Sur yang ternyata punya dua adik laki-laki yang sayangnya tidak pernah diajarkan untuk membantu ibunya mengelola warung nasi.
Ehm masalah patriarki di mana-mana ini kok bikin kesal ya. Lagi-lagi anak perempuan yang diminta banyak berkorban dan berbuat banyak demi alasan membantu orang tua sebagai tuntutan anak berbakti kepada ortu; sudah tugasnya sebagai perempuan; dan sebagainya.
Aku juga baru tahu kalau Sur adalah anak komputer, mungkin aku lupa. Karena seingatku tak ditampilkan ia ke lab untuk praktikum dan mengerjakan tugas koding. Wah mungkin bab berikutnya baru diceritakan.
Ya, baru dua bab yang kubaca. Aku kemudian membuka halaman belakang yang isinya adalah foto kru dan pemain, juga kesan-kesan pemain akan film tersebut.
Nanti deh dilanjut lagi bacanya. Mau coba bobok dulu zzz…
