Rekap Ulas Singkat Film-film Nominasi Oscar 2026
Pemenang Oscar 2026 dalam beberapa jam ke depan akan diumumkan. Tahun ini persaingan terasa sangat ketat karena banyak film kuat di berbagai kategori.
Artikel berikut memberikan ulasan singkat tiap-tiap film yang saya jagokan untuk kategori Best International Feature Film dan Best Picture.
Untuk kategori Best International Feature Film semuanya bagus. Sangat sulit untuk memutuskan karena tiap film punya keistimewaan tersendiri.
Saya menjagokan Sirāt karena ceritanya paling unik dan segar dengan rave party dan beberapa momen yang mengejutkan. Namun, tiap film punya kans tersendiri.

It Was Just an Accident penuh kejutan dan punya humor yang gelap. The Secret Agent memiliki kedalaman narasi, unsur politik yang mengingatkan akan I’m Still Here.
The Voice of Hind Rajab paling emosional apalagi ada suara asli gadis yang menjadi korban. Sedangkan Sentimental Value punya cerita yang sentimentil dan hangat.
Bagaimana dengan kategori Best Picture?
Oscar tahun ini banyak film yang bagus. Favorit saya adalah Sinners dan Hamnet. Namun, tiap film juga punya keistimewaan.
Sinners punya paket komplit. Dari segi jajaran pemain, sinematografi, akting, skoring, dan lagu soundtrack-nya semua apik.
Bagian ketika Sammie bernyanyi dan kemudian spirit dari berbagai suku dan ras ikut menari itu momen paling epik. Saya juga menjagokan lagu I Lied to You untuk best original song.

Sedangkan Hamnet punya cerita yang berasa magis, dengan sosok Agnes yang pandai membaca alam. Cerita Shakespeare ini memiliki pendekatan yang unik. Visualnya indah, skoringnya lembut, dan akting Jessie Buckley sebagai Agnes begitu memikat.

Sentimental Value memotret hubungan anak dan ayah yang tak harmonis. Ada cerita dalam cerita di dalamnya.
Film ini memiliki nuansa yang sentimentil dan visual yang apik. Keempat pemain, Renate Reinsve, Stellan Skarsgård, Inga Ibsdotter, dan Elle Fanning tampil memikat.
Train Dreams memiliki isu lingkungan, rasial, dan modernisasi lewat sosok pria penebang pohon yang penyendiri. Visual yang menawan membuat mata penonton termanjakan. Atmosfernya sepi dan kontemplatif. Akting Joel Edgerton juga apik.
Sementara itu, film Frankenstein unggul di sisi teknis dari rambut & makeup, kostum, produksi, skoring, dan sinematografi.
Kostum paling mengesankan dikenakan Elizabeth ketika berkenalan dengan Frankenstein. Akting Jacob Elordi sebagai sosok monster juga mencuri perhatian.

F1 The Movie ibarat nostalgia bagi penggemar F1. Apalagi bagi mereka yang mengikuti balap ini sejak 90-an. Ada juga cameo pembalap tenar F1.
Narasi, visual, editing, dan jajaran pemainnya apik. Namun, yang paling juara adalah sound-nya. Sepertinya kandidat best sound nih.
One Battle After Another memiliki plot cerita yang dinamis, ada humor gelapnya. Dari segi jajaran pemeran, deCaprio, del Toro, dan Penn tampil memikat.
Marty Supreme juga punya plot dinamis dengan akting Timothée Chalamet yang tengil dan brilian. Momen pertarungan final ping pong di sini adegan paling epik di film ini, demikian juga ketika operasi pembebasan anjing.

The Secret Agent punya cerita dengan unsur politik dengan jajaran pemain yang apik terutama Wagner Moura. Sedangkan Bugonia menonjol lewat akting Emma Stone dan Jesse Plemons, serta kostum yang unik.
Dengan persaingan seketat ini, hasil akhirnya bisa saja menghadirkan kejutan, seperti yang terjadi pada tahun-tahun sebelumnya. Namun, jika melihat kekuatan narasi dan pencapaian teknisnya, Sinners dan Hamnet tampaknya memiliki peluang paling besar di kategori Best Picture.
Nah demikian rekap dari ulas singkat tiap-tiap nominasi Oscar untuk kedua kategori bergengsi. Kalau kalian jagoan filmnya apa saja nih?
Gambar dari Variety, IMDb, dan Next Best Scene
