Ulas Singkat F1 the Movie

Dulu aku pernah menggemari olah raga balap Formula 1 alias F1. Favoritku dulu adalah Mika Hakkinen yang dijuluki Flying Finn. Momen terbaik balapannya ketika ia menantang Michael Schumacher dan berhasil mengalahkannya. Oleh karena itu aku merasa bernoltagia ketika menyaksikan film F1 the Movie.
Cerita film ini sebenarnya mudah ditemui dalam film Hollywood. Tentang seorang pembalap yang dulu dikenal akan aksinya yang nyleneh, lalu salah jalan, dan kemudian hendak bangkit. Jika dihitung dari masa 30 tahun balapan, jadinya si tokoh sudah berusia akhir 40-an atau 50 tahunan. Usia yang sudah begitu matang untuk kembali ke lintasan balap.
Dalam film yang dibintangi Brad Pitt ini aksi balapannya tetap seru, seperti dalam kompetisi balap reguler. Ada strategi balap yang antimainstream dan juga kekompakan tim.
Bagian yang menarik memang strategi yang digunakan oleh tiap tim saat menghadapi lintasan kering, lintasan basah, dan sebagainya. Waktu sepersekian detik itu sangat penting untuk mendapatkan atau merebut posisi.
Hal teknis yang menarik adalah strategi masuk pit, putaran ke berapakah, bagaimana jika ban sudah aus, apakah bertahan atau segera masuk pit, dan bagaimana dua pembalap dalam satu tim saling menopang agar salah satu dapat poin. Syukur-syukur bisa mengamankan posisi juara.
Ya, dalam film F1 the Movie ini balapan F1 bukan balapan individu, tapi balapan satu tim. Kemampuan tim teknik dalam memberikan solusi saat kondisi genting itu sangat penting. Dan, bagi tim lebih penting menyelesaikan lintasan daripada gagal di lintasan terakhir karena kecelakaan.
Aku menikmati bagian-bagian ketika bagian pit merasa tegang karena hanya punya waktu 10 detik untuk memperbaiki kendaraan balap dan mengganti ban. Bagian ketika antar pembalap saling mendukung juga momen menyenangkan dalam F1 the Movie.
Ketika mendengar sound dalam film ini aku yakin film ini akan mendapatkan Oscar. Deru kendaraan balapnya seperti dalam lintasan balap sebenarnya.
