Esai Foto Kucing Liar dan Lebaran

Masih pagi, seekor kucing liar berwarna oyen siap bertamu. “Lik, galak gampil’e, Lik.”
Ia dengan sabar menunggu pintu dibuka lebar dan dipersilahkan masuk.
Sayangnya pintu tak kunjung dibuka. Wajahnya begitu memelas, antara sedih dan kesal. “Duh apes banget jadi kucing liar, nggak dapat jatah sarapan pas lebaran.”

Namun kesabarannya berbuah. Tak lama dua wadah dengan isian makanan kucing pun disodorkan ke hadapannya.
Ya dua wadah karena si kucing liar lainnya ikut nimbrung. Ia juga tak ingin melewatkan sarapan.

“Walah kok menunya nggak beda sih hari biasa dan hari lebaran,” keluh si oyen. Wajahnya nampak kecewa.
“Udah makan saja. Kamu dari tadi ngeluh aja sih,” celetuk kawannya. Ia sudah langsung habis dan matanya mulai mengantuk.

Si kucing oyen juga mulai kenyang. Ia melompat ke ayunan dan ingin terlelap di sana.
Terkait
~ oleh dewipuspasari pada Maret 21, 2026.
Ditulis dalam Diary Istri Upik
Tag: Kucing liar, lebaran
