
Bulan Oktober membuatku resah
Ia sungguh tak tertebak
Panas yang sangat saat siang
Kemudian ditutup dengan hujan deras Lanjutkan membaca ‘Panas Hujan Oktober’


Bulan Oktober membuatku resah
Ia sungguh tak tertebak
Panas yang sangat saat siang
Kemudian ditutup dengan hujan deras Lanjutkan membaca ‘Panas Hujan Oktober’
Gara-gara makin banyak menemukan artikel film menggunakan AI, aku jadi overthinking. Kalau yang persentase penggunaan AI-nya hanya sedikit dan hanya sebagai alat bantu sih masih tidak apa-apa. Sayangnya ada juga dominan pakai AI. Kalau seperti itu lantas buat apa unggah artikel tersebut toh pembaca juga bisa langsung tanya ke AI?! Lanjutkan membaca ‘Lagi (lagi) Overthinking Soal AI’

Hawa Cirebon begitu gerah. Sinar matahari begitu terik dan berlimpah. Baru sekitar pukul sembilan pagi, tapi aku sudah berkeringat. Ingin sekali menyantap sesuatu yang segar. Lanjutkan membaca ‘Es Kado: Ada Rasa Nangka Hingga Alpukat’

Belum genap pukul enam pagi. Biasanya matahari di Jakarta belum seterang ini. Mungkin karena cuaca yang terik, sinar matahari lebih dulu hadir. Aku menghela nafas, bahkan udara segar sepertinya lebih cepat menyingkir. Lanjutkan membaca ‘Pagi di Stasiun Kereta’

Kucing kecil yang masih beberapa hari bisa membuka mata atau baru hidup beberapa minggu, sering matanya sakit. Tiba-tiba matanya berair. Jika tak segera diobati maka lonceng tanda bahaya akan segera berbunyi.