
Pink dan hijau berpadu selaras
Meski jarang duduk bersama
Pink terbiasa dengan biru dan hitam
Hijau lebih akrab dengan kuning dan jingga Lanjutkan membaca ‘Pink dan Hijau’


Pink dan hijau berpadu selaras
Meski jarang duduk bersama
Pink terbiasa dengan biru dan hitam
Hijau lebih akrab dengan kuning dan jingga Lanjutkan membaca ‘Pink dan Hijau’

Kucingku punya julukan. Ada si Nero Manis yang suka kupanggil Ipik-ipik karena penakut, juga si Panda yang lebih akrab kupanggil si Cemong karena motif hitam putih di wajahnya tak beraturan, kayak cemang-cemong. Si Cemong juga punya julukan lainnya yaitu kucing badut. Lantas siapa si bintang kecil? Lanjutkan membaca ‘Bintang Kecil dan Kucing Badut’

Suatu malam tiba-tiba aku merasa lapar. Sudah lewat jam delapan malam dan biasanya aku jarang makan terlalu malam. Namun, daripada nanti susah tidur mending makan malam meski terlambat dan rawan endut. Akhirnya aku memasak bubur jagung. Lanjutkan membaca ‘Bikin Bubur Jagung Malam-malam’

Bagaimana bila sejarah sinema tanah air diceritakan dalam bentuk film musikal penuh warna? Itulah tantangan yang coba dijawab oleh Garin Nugroho lewat film Siapa Dia yang tayang di bioskop sejak 28 Agustus 2025. Siapa Dia bukan hanya mengisahkan perjalanan panjang perfilman Indonesia, namun juga menautkannya dengan budaya pop (pop culture) dari masa ke masa. Dibintangi aktor populer Nicholas Saputra, film Siapa Dia ibarat tribut, ruang nostalgia, sekaligus karya eksperimen baru Garin untuk menunjukkan cintanya ke sinema Indonesia. Lanjutkan membaca ‘Siapa Dia: Tribut untuk Sejarah Sinema Indonesia dan Budaya Pop’

Clara melahirkan lagi yang ketiga kalinya. Aku kalah cepat. Padahal ia masuk daftar kucing yang akan kusterilkan. Minggu lalu ia melahirkan. Ada empat anaknya. Dua belang telon, satu hitam, dan satu oren seperti dirinya. Wah rumahku bakal makin meriah. Lanjutkan membaca ‘Clara Melahirkan Empat Anak’