Kucingku Kwak sejak pagi tak terlihat. Aku mulai mencarinya di mana-mana, rasa gelisah mulai berkuasa. Kwak, Kwak, kamu di mana? Tak seperti biasanya ia tak nampak. Biasanya ia yang paling cerewet minta sarapan segera disiapkan. Lanjutkan membaca ‘Kwak, Kamu Di mana?’
Adegan si kucing misterius masuk ke dalam kereta lalu duduk di bangku dan kemudian berdiri menghadap jendela adalah salah satu adegan favorit dalam film animasi Ghibli. Kucing itu nampaknya tahu apa yang dilakukannya. Ia bahkan tahu di stasiun mana ia harus turun. Lanjutkan membaca ‘Kucing Berdiri Menghadap Jendela’
Tebing yang terjal, licin, dan curam membuat Bronson harus berhati-hati berpijak. Karena kelelahan dan keseimbangannya goyah, ia sempat jatuh dan terseret arus sungai yang deras. Ketika akhirnya bisa sedikit bernafas lega dan merasa aman, ia mendengar suara dari makhluk yang ditakutinya. Makhluk yang buas dan tak segan-segan menghabisi korbannya itu tak jauh dari posisinya berdiri. Ia hanya bisa menjaga dirinya tetap diam tak bergerak tak bersuara, sementara degup jantungnya bergemuruh kencang. Sebagai prajurit yang ditempa kedisplinan dan kemampuan mengendalikan situasi, ia merasa gentar dengan alam liar dan kekuatan makhluk yang asing baginya ini. Horor ekologis dan ekosentrisme ini menjadi bagian yang menarik dicermati dari film Orang Ikan.Lanjutkan membaca ‘Horor Ekologis dan Anti Antroposentrisme dalam Orang Ikan’
Sengaja kutaruh ponselku di tempat yang sulit kujangkau. Lalu aku biarkan diriku duduk di lantai sambil memegang sebuah buku tipis. Ya, buku ini termasuk tipis karena tebalnya hanya 117 halaman. Judulnya Jarak yang Menulis Namamu yang merupakan buku antologi dari 15 penulis. Lanjutkan membaca ‘Jarak yang Menulis Namamu’