Kompasiana: Libur Puas ke Malang dengan Rp 500 Ribu Sesuai Karakter Anda (Bagian I)
Berikut tulisan saya di kompasiana bertajuk “Libur Puas ke Malang dengan Rp 500 Ribu Sesuai Karakter Anda yang terbagi dari dua bagian.
Bisakah berlibur ke kota berhawa sejuk di Malang dengan bujet terbatas? Jawaban saya iya, karena kota ini memiliki banyak tempat peristirahatan murah nan nyaman, serta transportasi yang cukup bagus. Mode transportasi menuju tempat ini juga beragam, dari bus, kereta api, dan pesawat terbang. Dengan 500 ribu, Anda bisa berkeliling beberapa spot wisata, baik wisata alam, jelajah kuliner, atau menyusuri peninggalan sejarah.
Bagi warga Surabaya atau kota-kota sekitar Malang maka bujet Rp 500 ribu tentunya bisa dimaksimalkan untuk menikmati tempat wisata dan makanan di kota Malang, tanpa perlu memikirkan biaya transportasi dan akomodasi. Pasalnya, lokasi ke Malang bisa ditempuh hanya dalam waktu beberapa jam. Namun, masalah akomodasi dan transportasi akan menjadi penting bagi mereka yang berdomisili di Jawa Tengah, Jawa Barat, dan Jakarta, atau mereka yang berada di luar Jawa. Oleh karena mode transportasi dari luar Jawa ke Malang masih cukup mahal dan terbatas, maka tulisan ini dikhususkan bagi mereka yang dilalui kereta api ekonomi AC Matarmaja. Kereta ekonomi ini sejak awal Juli telah mengalami diskon harga, dari tarif normal 130 ribu menjadi 65 ribu. Warga Bandung sendiri juga bisa ke Malang dengan bujet rendah, yaitu dengan menumpang kereta Kahuripan jurusan Kediri kelas ekonomi yang tak lebih dari Rp 40 ribu untuk tarif normalnya. Dari Kediri hanya perlu sekitar 2-2,5 jaman untuk tiba di Batu dengan naik bus. Pemandangan alam sepanjang perjalanan dari Kediri menuju Batu akan sangat memanjakan mata.
Nah, untuk akomodasi, tentu saja dengan bujet terbatas Anda tidak mendapatkan layanan ala hotel berbintang. Namun, kekurangan ini bisa Anda tutupi dengan memuaskan diri menyantap makanan enak serba murah atau memuaskan panca indera untuk menikmati panorama dan hiburan yang terbentang di hadapan Anda.
Di Malang ada banyak tempat menginap yang murah meriah, dari kelas guest house, hotel melati, hingga rumah sewa. Opsi terakhir ini bisa menjadi pilihan jika menginap beramai-ramai karena jatuhnya bisa lebih murah dan bisa memasak untuk lebih menghemat. Tarif menginap ini mulai dari Rp 80 ribu/kamar atau ada juga yang memasang tarif Rp 60 ribu/orang. Tarif ini juga tak jauh beda dengan yang dipatok di Batu, di kawasan Selecta atau Songgoriti. Misalkan Anda berangkat pada hari Jumat dan tiba di Malang pada Sabtu pagi, anda hanya perlu menginap semalam. Sedangkan pada Minggu malam Anda lewatkan tidur di bangku kereta.
Karena waktu dan bujet yang terbatas, Anda bisa memilih beberapa destinasi yang kami sesuaikan dengan minat dan karakter Anda:
Tipe Penggemar Wisata Outdoor
Bagi mereka yang gemar akan wisata outdoor dan menggelitik adrenaline, maka bisa memilih untuk menikmati pemandangan alam di Pulau Sempu, Pantai Balekambang, Pantai Ngliyep, atau pantai-pantai Laut Selatan lainnya. Jika bosan dengan pantai, bisa menikmati sejuknya air terjun di Coban Rondo, Coban Talun, Coban Pelangi, dan Kakek Bodo. Atau Anda ingin mengabadikan perjalanan Anda menuju Gunung Bromo dan Gunung Semeru. Atau berarung jeram dan ber-paragliding di daerah Pujon, Batu.
Berikut contoh agenda perjalanan jika Anda hanya memiliki waktu sepanjang Sabtu hingga Minggu siang. Jika Anda berniat mengunjungi Pulau Sempu atau Bromo maka Anda harus putuskan salah satu, karena tidak bisa menuju keduanya dalam waktu dan bujet yang terbatas. Sedangkan wisata air terjun baru bisa Anda ambil untuk waktu selebihnya.
Apabila Anda memutuskan mengambil Pulau Sempu, seperti yang pernah saya posting sebelumnya (http://wisata.kompasiana.com/jalan-jalan/2013/03/18/mungkinkah-ke-pulau-sempu-dalam-sehari-538125.html), Anda bisa menginap dengan berkemah di sana atau hanya sehari di sana. Jika pilihan kedua menjadi pilihan Anda maka Anda harus berkompromi dengan bujet dan sangat disiplin. Pulau Sempu berjarak 3-4 jam dari pusat kota Malang, belum lagi harus berperahu sekitar 10 menit, dan treking sekitar 1,5-2 jam perjalanan. Jika Anda tangkas Anda bisa kembali ke pantai Sendang Biru sekitar pukul 16.00, lalu kembali ke pusat kota Malang sekitar pukul 20.00. Karena waktunya sempit, Anda terpaksa menyewa kapal dan guide sendiri yang cukup mahal, yakni berkisar Rp 175 ribu (100 ribu PP kapal dan Rp 75 ribu untuk guide). Dengan transportasi bolak balik ke pusat kota Malang dan makan pagi sekaligus makan siang, maka bisa menghabiskan Rp 250 ribu sendiri menuju Pulau Sempu secara solo. Akan lebih murah apabila perjalanan ke Pulau Sempu ini Anda lakukan beramai-ramai. Keesokan harinya Anda bisa puaskan dengan mengunjungi air terjun Coban Rondo atau Coban Talun di Batu. Sebelum pulang Anda bisa puaskan menyantap bakso bakar, makanan yang muncul kali pertama di Malang.
Jika Anda memilih mengunjungi Bromo akan lebih baik jika beramai-ramai karena Anda dapat patungan menyewa mobil dari stasiun kereta menuju lokasi terdekat dari Penanjakan. Tapi jika Anda tertantang untuk melakukan perjalanan secara solo maka rute termudah adalah melalui Nongkojajajar, karena rute lainnya seperti Tumpang memerlukan fisik yang hebat. Anda turun di Stasiun Lawang, lalu naik angkutan umum menuju Nongkojajar. Nah, dari Nongkojajar, carilah ojek/angkutan umum menuju Wonokitri. Jangan takut jika melihat kondisi jalan nan curam. Dari sini Anda bisa melanjutkan naik ojek ke Penanjakan atau menuju Dingklik untuk menikmati pemandangan yang spektakuler. Selanjutnya, Anda bisa mencari tempat bermalam yang terbatas di Wonokitri. Atau jika ingin pilihan yang beragam, Anda bisa menuju Cemoro Lawang.
Bila Anda memilih ke Bromo, maka lebih baik maksimalkan perjalanan Anda ke sini. Keesokan harinya, Anda bisa bergabung dengan beberapa wisatawan untuk menyewa jeep. Sewa jeep cukup mahal, berkisar Rp 400-500 ribu bergantung keahlian menawar Anda. Satu jeep hanya cukup untuk maksimal lima penumpang. Jadi, apabila memilih ke Bromo, maka bujet Anda akan terkuras sekitar Rp 300 ribu. Dengan tiket kereta api sebesar Rp 130 ribu/PP maka Anda hanya menyisakan beberapa lembar sepuluh ribuan untuk makan. Meski cukup mahal, tapi pemandangan dan pengalaman Anda akan bernilai lebih tinggi dari nilai rupiah tersebut.





