Siapa Penyuka Musik Cadas?

konser rock

Penggemar musik cadas kerap dianalogikan sebagai para remaja yang suka berdandan mencolok dengan jaket kulit, rambut gondrong atau mereka yang berambut ala punk, dan penampilan sangar. Benarkah mereka penggemar murni musik rock?

Musik rock terbagi menjadi berbagai aliran, mulai dari musik rock grunge ala Nirvana, rock klasik seperti White Lion, rock balada ala Bon Jovi, hard rock seperti Metallica, nu metal atau ada yang menyebutnya rap metal atau juga hip metal ala Limp Bizkit, dan masih banyak aliran rock lainnya yang saya terkadang juga bingung membedakannya. Kakak saya yang lebih ahli menjabarkan apa itu speed metal, hard core, black metal, dan sebagainya tapi terkadang ia sendiri juga kebingungan mendefinisikan berbagai aliran tersebut.

Tidak semua penggemar rock menyukai semua aliran. Penggemar rock klasik dan balada umumnya merupakan pengembangan dari penggemar dari musik pop progesif ataupun pop rock. Sebagian dari mereka juga bakal sulit untuk menyukai musik rock yang lebih cadas seperti hard core. Namun, ada juga beberapa kalangan yang mampu mendengarkan segala musik rock, ya setidaknya memiliki wawasan luas tentang segala aliran musik rock tersebut. Kakak saya dan teman-temannya termasuk saya belum termasuk penyuka segala aliran rock, tapi sebagian aliran rock pernah kami cicipi.

Dari berbagai genre rock tersebut, ada beberapa di antaranya yang mengenakan atribut khusus sehingga mudah dikenali. Tentu sebagian dari pembaca pernah melihat penyanyi rock yang suka mengenakan celana ketat, jaket kulit, rambut gondrong bahkan ada yang ikal panjang. Zaman itu penyanyi rock tersebut dijuluki hairy rock dan glamour rock. Dan ayah saya pernah berdandan seperti itu dengan rambut yang gondrong pada masa muda hehehe. Musiknya bisa bergenre balada, klasik, atau metal.

Ada juga kelompok yang suka mengenakan celana denim belel bahkan ada yang robek di lutut dan gayanya nampak asal. Gaya demikian ditularkan oleh Kurt Cobain dengan grunge-nya. Suara Kurt yang nampak malas- malasan dan gaya pemberontaknya cocok dengan gaya ini.

grunge costume

Untuk yang berpenampilan anak punk dengan rambut mohawk, tindik di kuping, saya agak bingung mereka meniru siapa. Punk era 90-an ada Green Day, punk yang lebih lembut ada Blink 182 dan Good Charlote, tapi di panggung mereka lebih suka menggunakan celana skateboard, kaus, dan dasi.

Jika ada pertunjukan musik rock lokal, umumnya banyak sekali polisi yang dikerahkan untuk mencegah terjadi kerusukan pasca acara berlangsung. Para penontonnya juga nampak sangar. Namun, hal ini nampak berbeda jika melihat penampilan penggemar musik rock sesungguhnya.

Saya awalnya ingin menyebutkan perbedaan antara penonton konser gratis dan berbayar, namun rasanya kurang adil. Saya ingin mencontohkan konser cadas yang pernah saya tonton. Konser Linkin’ Park banyak ditonton kalangan muda karena musiknya sebagian besar bisa dinikmati semua kalangan. Kalau Kreator??

Kreator adalah band metal atau mungkin bisa dikategorikan Death Metal. Saya kurang memahami lagu-lagunya. Dan saya perlu membiasakan kuping saya ketika menontonnya di Kenjeran sembilan tahun silam. Ampun rasanya seperti menonton DeadSquad, saya hanya kuat tiga lagu dan setelah itu kuping saya perlu istirahat. Yang menarik di sini adalah penontonnya. Tidak banyak yang berpenampilan sangar, bahkan sebagian di antaranya nampak biasa-biasa saja.

Dan kemudian saya melihat kakak saya dan teman-temannya serta sepupu  saya. Tidak ada yang muka dan penampilannya sangar. Kakak saya nampak kalem dan teman-temannya juga biasa-biasa saja, bahkan nampak culun dengan berkacamata. Sepupu saya apalagi, nampak tengil. Beberapa teman dekat berjenis kelamin pria juga nampak biasa-biasa saja. Tapi referensi musik rocknya, bisa saya acungi jempol.

Berdiskusi musik rock dengan mereka sangat menyenangkan. Musik rock dari era Led Zeppelin, Deep Purple, Beatles (ada lho yang mengkategorikan rock), hingga era berikutnya seperti Dream Theater, Megadeth, Helloween, Nirvana, Off Spring, dan musik yang lebih cadas seperti Cradle of Filth dan Doom Kingdom cukup dikuasai. Bahkan pernah ada isyu menyebutkan tentang cover album kaset Cradle of Filth yang disebut-sebut anti christ dan kami pun ikut penasaran tapi tidak berhasil menebak misterinya.

cradle

Ketika kuliah di kampus yang sebagian besar pria, saya agak kecewa ketika jarang menemukan teman yang menyukai musik rock. Dari sekian banyak teman pria yang saya kenal, hanya ada segelintir yang menyukai musik rock, dan itupun musik rock kebanyakan. Rupanya tidak semua penyuka rock adalah pria dan tidak semua penggemar rock nampak sangar.

Saya kangen dengan diskusi kami membandingkan gitaris rock paling maut, membedah lirik Cradle of Filth, atau membandingkan band rock Indonesia era sekarang dengan tahun 90-an. Diskusi musik rock itu jauh lebih menyenangkan dibandingkandiskusi politik hehehe. Are You Metal??? (seperti lagunya Helloween:p).

Keterangan Gambar:
1.Penonton konser: diambil dari spanishcoursesblog.delengua.es
2.cradle of filth: diambil dari s717.photobucket.com
3.Kostum Grunge: diambil dari http://www.collegefashion.net

~ oleh dewipuspasari pada Juni 24, 2014.

4 Tanggapan to “Siapa Penyuka Musik Cadas?”

  1. Musik cadas dengan semangat tinggi sangat kusuka gan…

  2. Musik cadas penuh power dan membangkitkan semangat, itu aku senangi bro…

Tinggalkan Balasan ke dewipuspasari Batalkan balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: