The Mortal Instruments: Ketika Para Makhluk Kegelapan Berkumpul di Satu Film
Kisah keganasan vampire dan manusia serigala sudah sering difilmkan oleh rumah produksi Hollywood. Begitu pula dengan warlock dan demon, meski jumlah filmnya kalah jauh dengan duo manusia bertaring dan manusia separuh serigala. Nah, bagaimana jika di dalam film keempat makhluk kegelapan itu disatukan? Plus tambahan shadowhunter sebagai tokoh protagonisnya. Apakah berhasil memuaskan para penggemar film dark-fantasy? Anda bisa mengetahuinya setelah menonton The Mortal Instruments yang diadaptasi dari sebuah novel yang cukup terkenal karya Cassandra Clare.
Kisah diawali dengan perkenalan para tokoh utamanya yaitu si ibu beranak yang sama-sama cantik dan berambut merah. Mereka adalah Jocelyn dan Clary Fray yang masing-masing diperankan Lena Headey yang beken sebagai Cersei di Game of Thrones dan Lily Collins si pemeran putri salju. Selain sama-sama jelita, keduanya penggemar berat seni.
Si Ibu sangat jago melukis, sedangkan anak gadisnya lebih tertarik ke puisi. Si Ibu rupanya menyimpan rahasia yang sangat sulit untuk diceritakan ke anaknya. Dan ia semakin was-was ketika Clary mengaku melihat orang terbunuh di sebuah klub sementara pengunjung lainnya termasuk sahabatnya, Simon (Robert Sheehan), tidak dapat melihatnya.
Ketika sedang berkunjung ke sebuah kafe untuk menonton pertunjukan baca puisi, Clary melihat sosok remaja pria berambut pirang yang menjadi pelaku pembunuhan di kafe tersebut. Ia semakin kebingungan ketika sosok pria itu menginterogasinya karena hanya Clary yang bisa melihat wujudnya. Dan memang si Simon dan orang-orang lainnya tetap tak bisa melihat pria tersebut.
Sementara ibunya diserang oleh dua pria tak dikenal dengan sebuah anjing yang ternyata demon. Ketika terdesak, Jocelyn segera meminum ramuan dari sebuah cangkir keramat dan menyembunyikannya. Ia lalu seolah mati suri dan diculik oleh dua pria misterius tersebut.
Clary semakin resah mendengar nada panik ibunya dari telepon sebelum Ibunya tak berdaya. Ketika kembali ke rumah, seisi rumah telah berantakan dan si ibu telah pergi. Tinggallah seekor anjing yang berubah menjadi demon dan menyerangnya.
Ketika nyawanya terancam, remaja berambut pirang itu menyelamatkannya. Jace (Jamie Campbell Bower) namanya. Dan ia mengaku adalah shadowhunter, si pemburu demon. Ibunya dikejar-kejar para demon karena memiliki rahasia terkait perangkat mortal. Dan Jocelyn diduga adalah separuh malaikat yang juga bertugas sebagai shadowhunter. Bakat dan peran Jocelyn menurun pada Clary.
Akhirnya Clary mengetahui alasan para demon memburu ibu dan dirinya, yaitu mengincar salah satu instrumen mortal, cangkir keramat. Cangkir itu dulu sempat menjadi alat percobaan Valentine, si shadowhunter yang bernafsu menguasai manusia dan seluruh makhluk kegelapan.
Selama bertualang, Clary dan para shadowhunters berkonfrontasi dengan para vampire dan demon. Mereka juga berhadapan dengan para werewolf dan warlock serta makhluk downworld lainnya. Sebenarnya kehadiran beragam makhluk kegelapan ini sangat potensial menjadikan kisah laga dark-fantasy yang menakjubkan. Namun sayangnya, saya hanya merasakan keramaian namun kosong makna. Adegan pertempuran dengan para makhluk kegelapan ini tidak membuat saya tegang malah saya bosan.
Mungkin karena saya tidak pernah membaca bukunya saya kurang paham akan maksud pencarian peralatan keabadian tersebut. Tetapi, film yang baik seharusnya mampu menerjemahkan cerita dengan baik ke segala penonton, bukan hanya para penikmat buku ini. Saya juga masih bertanya-tanya, apa yang dicari oleh para vampire, werewolf, demon, dan warlock, apakah mereka memperjuangkan kaumnya atau diperbudak oleh Valentine-valentine lainnya.
Kualitas akting para pemainnya juga sangat standar. Si Lily Collins memang cantik namun kehadirannya di sini kurang greget sebagai heroine. Akting Lena Headey juga pas-pasan, masih lebih bagus perannya sebagai Cersei, si ratu culas. Si Jace yang digambarkan sebagai pria junkies di sini lumayanlah. Dan yang paling baik menurut saya adalah Robert Sheehan, pemeran Simon, yang lugu yang menyukai Clary.
Dan meski judulnya ada embel-embel City of Bones, daerah penuh tulang ini tidak terlalu dioptimalkan. Salah satunya hanya sebagai tempat untuk memulihkan ingatan Clary. Padahal karakter silent brother menurut saya patut dieksplorasi. Tapi saya patut puji salah satu original soundtrack, Heart by Heart, dibawakan apik oleh Demi Lovato
Detail:
Judul Film : The Mortal Instruments: City of Bones
Sutradara: Harald Zwart
Adaptasi Novel : Cassandra Clare
Pemeran : Lily Collins, Lena Headey, Jamie Campbell Bower, Robert Sheehan, dan Aidan Turner
Rating : 6,5/10





