Catatan Seorang Pejalan dari Hadrami

Catatan Seorang Pejalan

Dulu ada yang pernah berkata jika bahasa sastra yang halus bisa ditemukan di puisi. Puisi-puisi lama seperti pantun dan gurindam tidak hanya memiliki estetika dalam pemilihan kata, namun juga banyak memiliki pesan bijak. Di era saat ini, puisi modern tidak lagi terikat oleh jumlah kata dan jumlah baris per baitnya. Cukuplah bermain-main dengan diksi dan arti. Seperti dalam buku kumpulan puisi berikut, Catatan Seorang Pejalan dari Hadrami.

Sebenarnya apa makna pejalan? Menurut pendapat saya, pejalan adalah seseorang yang mengamati dan merenungi proses perjalanan hidupnya serta sekelilingnya. Tapi Anda sekalian bisa mengartikan maknanya setelah membaca puluhan puisi karya Zeffry J. Alkatiri. Puisinya bukan jenis yang berlembar-lembar melainkan pendek-pendek dan relatif mudah dipahami.

Ada dua tema besar dalam kumpulan puisi ini, puisi tentang keimanan dan mendekatkan diri pada Tuhan YME serta puisi tentang kondisi sosial di sekeliling si penyair. Semuanya dituangkan dalam dua bagian, bagian pertama dan bagian penutup.

Salah satu puisi pendeknya adalah puisi bertajuk Jalan Sufi. Singkat, hanya satu bait yang terdiri dari tiga baris. Berikut puisinya.

Jalan Sufi

Kubutakan mataku
Hingga menatap segala
Lewat jendela kalbu

1989

Bagi Anda pecinta puisi maka Anda akan menyukai puisi-puisi karyanya. Begitu pula bagi mereka yang ingin menikmati keindahan puisi yang mudah dicerna. Buku ini bisa menjadi hadiah bagi para mereka yang ingin merasakan pengalaman indahnya membaca dan meresapi sebuah puisi.

 

Detail Buku
Judul Buku: Catatan Seorang Pejalan dari Hadrami
Penulis     : Jeffry J. Alkatiri
Penerbit : Komunitas Bambu
Rating     : 8/10

~ oleh dewipuspasari pada September 11, 2014.

Tinggalkan komentar