Tukang Sol Sepatu Itu
Tukang sol sepatu itu dengan semangat menyusur tiap gang-gang rumah. Menawarkan jasanya untuk memperbaiki sepatu. Sepatu itu dijahitnya agar lebih kuat dan tahan lama. Kadang ditambahkan sol agar sepatu tak gentar menghadapi genangan air.
Sayangnya usaha mereka semakin tahun semakin lesu. Harga sepatu makin murah, terutama sepatu wanita. Duapuluh atau tigapuluh ribu bisa membeli sepatu baru. Alhasil peruntungan tukang sol sepatu semakin terpuruk.
Sedih mendengar cerita mereka, kadang dalam seminggu belum tentu jasa mereka laku. Padahal keluarga menunggu kiriman uang, dimana umumnya mereka merantau dari Garut.
Tukang sol itu tak dapat menutupi rasa lapar dan hausnya. Ia menyantap kue dengan lahap. Air minum pun ia reguk begitu cepat.
Mereka menjaga diri dengan terhormat tanpa meminta-minta. Meski lapar dan haus mereka tahan-tahan dan tetap semangat bekerja menawarkan jasa.
Mereka rajin berpuasa karena menghemat biaya untuk makan. Uang yang didapat mereka simpan cermat karena seminggu ke depan belum tentu dapat uang.
Gambar dari http://www.soulofjakarta.com

