Merantau dan Keterasingan

pindah rumah

Tiga kota sudah pernah kudiami dalam waktu bertahun-tahun. Antara satu kota dengan kota lain menimbulkan jejak pada karakter dan kehidupanku.Namun karena berpindah-pindah terkadang membuatku bertanya-tanya apakah aku bakal menetap lama di kota ini?

Terhitung sudah 11 kali aku berganti tempat tinggal dalam tiga kota. Delapan kali saat masih lajang dan tiga kali pasca menikah. Hal ini mempengaruhi gaya hidupku yang praktis, seolah-olah aku masih bakal berpindah lagi, entah di kota mana lagi.

Kakak perempuan yang juga merantau berkata terkadang saat bangun tidur ia merasa bingung dimana ia berada. Di rumah Malang, di kosan, di rumah kontrakan, atau di rumah yang sekarang.

Berpindah-pindah memang menimbulkan pengalaman dan suasana baru. Tapi kerap berpindah kadang membuat saya merasa asing dengan kota asal maupun dengan kota yang saya tempati saat ini.

Saat mengobrol dengan kawan SMA atau sepupu yang jarang bertemu, saya merasa banyak ketinggalan informasi tentang perkembangan kota Malang. Saat berlibur dan kembali ke Malang, rasanya ada jarak yang semakin lebar meskipun tidak nampak.

Apalagi dengan Surabaya tempat saya berkuliah dan bekerja. Jalanannya masih banyak yang sama, tapi atmosfernya terasa berbeda.

Di Jakarta meskipun hampir satu dekade, rasanya saya masih seperti pendatang baru. Apakah ini gara-gara saya hidup nomaden sehingga ada perasaan kurang yakin saya bakal lama menetap di rumah sekarang. Entahlah.

Gambar: cartoonstock.com

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Oktober 10, 2015.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: