Tembang Nirvana Ini Tak Kalah Apik dengan Smells Like Teen Spirit

Di antara band cadas yang pernah kudengar, rasanya kurang mantap jika aku tak menyebut Nirvana. Sekarang aku memang penggemar Slipknot, sementara aku dulu Nirvana banget. Band Nirvana menjadi kawan pada era SMP dan SMA ku dulu, hampir semua albumnya pernah kudengar. Selain Smells Like Teen Spirit yang sangat populer berikut tembang-tembang lainnya dari Nirvana yang kudu didengar mereka yang mengaku penggemar band asal Aberdeen ini.

Aku sudah menulis tiga artikel tentang Nirvana. Mungkin ke depan aku masih menuliskan band satu ini karena banyak hal menarik seputar band ini.

Dulu aku agak terlambat mengenal Nirvana. Waktu itu aku masih anak-anak ketika pentolan band Nirvana ini masih hidup. Aku baru mendengar lagunya Come As You Are yang versi unplugged-nya rajin diputar di televisi masa itu sekitar tahun 1993-1994 jelang kematian Kurt Cobain yang sangat menghebohkan. Lagu ini sangat populer di Indonesia, bahkan dibuat versi parodinya oleh Padhayangan Project, menjadi lagu berjudul Kambing Liar.

Baru ketika memasuki usia remaja, aku jadi ngefans dengan band satu ini. Band beraliran grunge ini menjadi simbol pemberontakan dan anti kemapanan. Band ini memberikan warna baru dalam musik bersamaan dengan semakin populernya grunge dan band beraliran ini seperti Pearl Jam dan Soundgarden.

Selain dalam hal musik, grunge memberikan pengaruh dalam fashion. Kemeja flanel kotak-kotak dan celana denim belel hingga yang robek di lutut pun jadi andalan busana remaja masa tersebut.

Album pertama Nirvana yang kudengar bukan album Nevermind yang sangat populer, melainkan album pertamanya berjudul Bleach. Ada sebelas lagu dalam album tersebut. Yang populer dalam album tersebut adalah School, About a Girl, dan Love Buzz. Album ini dirilis tahun 1989 dan belum mampu mengangkat nama Nirvana.

Aku suka album ini, seperti eksperimental. Lagu-lagunya rata-rata singkat dan skill bermusik terkesan masih agak mentah dan asal-asalan, tapi aku suka. Pada Love Buzz aku menyukai intro dan gaya bernyanyi Kurt Cobain. Lirik dalam Love Buzz ini menurutku sederhana.

Would you believe me when I tell you
You’re the queen of my heart
Please don’t deceive me when I hurt you
Just ain’t the way it seems

Can you feel my love buzz?
Can you feel my love buzz?
Can you feel my love buzz?
Can you feel my love buzz?

School yang juga memiliki lirik singkat juga cukup kusuka. Tapi yang paling berkesan dalam album ini adalah Paper Cuts. Lagu ini menyesakkan, tentang sebuah cerita yang kelam. Ada rasa frustasi di dalamnya. Aku sampai membuatkan satu artikel khusus tentang lagu ini berjudul “Paper Cuts, Sisi Lain dari Nirvana“. Lagu ini terinspirasi dari sebuah kejadian penyiksaan orang tua kepada anak-anaknya.

“Nirvana dan Smells Like Teen Spirit Sulit Dipisahkan, Tapi Nirvana Lebih dari Itu”

Album kedua yaitu Nevermind dengan lagu Smells Like Teen Spirit langsung mengguncang musik dunia. Ada 12 tembang dalam album ini. Lagu-lagunya rata-rata enak didengar. Memang Smells Like Teen Spirit membuat kepopuleran Nirvana tak terbendung dan membuat penggemar Nirvana makin bertambah. Tapi Nirvana bukan hanya Smells Like Teen Spirit. Ia lebih dari itu. Ada banyak lagunya yang tak kalah mengesankan sehingga mereka disebut sebagai musisi yang jenius.

Lagu-lagu dalam album ini yang populer yakni In Bloom, Come As You Are, Breed, Lithium, Polly, Drain You, On a Plain, dan Something in The Way. Hampir semua lagu dalam album ini sukses dan kemudian dibuat versi unplugged-nya. Kalau aku paling suka dengan tembang Lithium, disusul dengan Drain You, Lounge Act, dan Stay Away.

Lagu Polly menjadi kontroversi karena lagu ini terinspirasi dari kasus pemerkosaan dari sisi pemerkosa. Lagu ini sebenarnya satire, menyindir, karena Kurt Cobain beralasan ia sangat membenci tindakan semena-mena terhadap kaum perempuan. Kelanjutan lagu ini ada dalam lagu berjudul Rape Me, yang juga sama-sama satire.

Berbeda dengan Polly, lagu berikutnya dari sisi si korban. Dalam sebuah wawancara, Kurt pernah berkata jika ia mendukung kaum perempuan untuk berani menolak segala aksi pelecehan. Namun karena lirik dan judulnya kontroversial, tembang ini jarang dibawakan Kurt di konsernya.

Tapi suatu ketika ia pernah memaksa membawakan lagu ini membuat pihak penyelenggara kaget karena merupakan pertunjukan langsung. Alhasil pertunjukan ini batal ditayangkan, sehingga Kurt dkk hanya tampil di depan penonton live, tidak di televisi.

Oh ya tentang Lithium aku suka banget line bas-nya yang dimainkan Krist Novoselic. Line bas paling kece di antara tembang-tembang Nirvana. Tidak banyak lagu yang bagian basnya kental dan terdengar jelas, lagu Lithium membuktikan musik bas itu seksi dan juga layak disandingkan dengan musik dari gitar. Aku juga pernah membuat artikel sendiri tentang Lithium dalam “Menjelajah Nirvana”.

Incesticide yang Punya Warna Unik
Album berikutnya, Incesticide memiliki musik yang hampir sama dengan album pertamanya, seperti musik eksperimental dan tidak mainstream. Seperti proyek suka-suka namun asyik juga didengarkan. Dalam album kaset bercover manusia yang kurus itu ada 15 lagu dengan tiga lagu populer Sliver, Molly’s Lip dan Aneurysm. Aku paling suka Sliver dan Aneurysm. Lagunya tidak mainstream tapi tetap enak didengar.

Sliver bercerita tentang kebosanan seorang anak ketika dititipkan kedua orang tuanya ke kakeknya.  Ia memohon neneknya untuk dibawa kembali ke rumahnya dan dibiarkan sendirian.

Mom and dad went to a show
They dropped me off at Grandpa Joe’s
I kicked and screamed, said please don’t go
Grandma take me home

Sedangkan Aneurysm merupakan istilah kedokteran untuk melemah dan membengkaknya area ada aorta yang bisa menyebabkan kematian.  Tapi makna lagu ini bisa jadi berbeda. Ada banyak interpretasi tentang lagu ini, ada yang menyebut tentang perasaan jatuh cinta, tapi ada juga yang memaknai ini lagu ketika Kurt masih teradiksi oleh heroin. Hemmm aku lebih suka intepretasi yang nomor pertama.

In Utero Lagu yang Makin Matang

Dalam In Utero makin terlihat sosok band Nirvana yang makin matang. Lagunya makin variatif, baik yang melankolis maupun yang cadas. Di album ini banyak lagunya yang jadi hits, seperti All Apologies, Dumb, Heart-Shaped Box, dan Pennyroyal Tea. Aku sendiri dalam album ini suka akan  All Apologies, Dumb, dan Milk It.

Lagu All Apologies menurutku tembang cinta yang manis. Lagunya lembut dengan melodi yang asyik. Lagu ini ketika dibuat versi unplugged-nya dengan cello juga makin melankolis.

In the sun
In the sun I feel as one
In the sun
In the sun
Married
Buried

Tentang Dumb, aku juga pernah membuat artikelnya bertajuk “Dumb”. Lagu ini sederhana tapi aku suka. Nuansanya suram dan muram, membuatku merenung ketika mendengarnya.

Yang paling kusukai dalam album ini adalah Milk It. Aku tak tahu apakah Kurt Cobain menyukai istilah kedokteran karena dalam tembang Milk It ia juga menyebut beberapa istilah kedokteran.

Lirik dalam Milk It ini aneh dan unik, agak mengingatkanku pada She Spider-nya Mew tapi lebih kacau. Namun, lagu ini dengan lirik dan musik yang aneh, membuatku suka hingga sekarang.  Ada yang berkata lagu ini tentang depresi dan niat Kurt untuk bunuh diri. Aku menganggap lagu ini bercerita sisi lain dari diri kita yang buruk.

I am my own parasite
I don’t need a host to live
We feed off of each other
We can share our endorphns
Doll steak, test meat

I won my own pet virus
I get to pet and name her
Her milk is my shit
My shit is her milk

Look on the bright side is suicide
Lost eyesight I’m on your side
Angel left wing, right wing, broken wing
Lack of iron and/or sleeping
Protector of the kennel
Ecto-plasma
Ecto-Skeletal
Obituary birthday
Your scent is still here in my place of recovery

Album Unplugged Album Terakhir Kurt Cobain?
Ada banyak lagu populer Nirvana yang dibuat versi akustiknya, seperti Dumb, All Apologies, About a Girl, dan sebagainya. Ada 14 lagu dalam album ini. Lagu yang kusukai dalam album ini yaitu Lake of Fire dan The Man Who Sold The World. Lagu yang terakhir merupakan lagu dari David Bowie yang bermakna menjual kepribadiannya agar bisa bertahan hidup.

Oh no, not me
We never lost control
You’re face to face
With the man who sold the world

Lagu Lake of Fire memiliki iringan gitar yang asyik. Lagunya sentimentil. Lagu ini diciptakan oleh Curtis Matthew Kirkwood. Tembang ini bercerita tentang rasa ingin tahu tentang kehidupan setelah kematian.

Where do bad folks go when they die?
They don’t go to heaven where the angels fly
They go down to the lake of fire and fry
Won’t see ’em again till the fourth of July

I knew a lady who came from Duluth
She got bit by a dog with a rabid tooth
She went to her grave just a little too soon
Flew away howling on the yellow moon

Selain album tersebut, juga ada album satu lagu yang pernah kudengar, album kompilasi From the Muddy Banks of The Wishkah. Lagu ini terdiri dari 17 tembang dengan satu lagu berupa intro.  Masih ada lagi album kompilasi, yang teranyar adalah Icon yang dirilis tahun 2010 dengan penambahan single You Know You Right.

Kalau Kalian suka tembang Nirvana yang Mana?

Lagu Nirvana Favorit:
1. Lithium
2. Milk It
3. All Apologies
4. Lake of Fire
5. Dumb
6. Lounge Act
7. Drain You
8. The Man Who Sold The World
9. Paper Cuts
10. Love Buzz
11. Stay Away
12. Aneurysm
13. Sliver
14. Smells Like Teen Spirit

Gambar dari: 1 |

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada November 16, 2018.

2 Tanggapan to “Tembang Nirvana Ini Tak Kalah Apik dengan Smells Like Teen Spirit”

  1. Luar biasa. Selama saya ngeblog, saya belum pernah baca artikel tentang Nirvana selengkap ini. Trims berat mbak, ini membuat saya sedikit sentimentil.
    Pas kuliah dulu, saya jg jd bagian generasi grunge. Saya drummer band yang namanya Biscuit di Solo, dan lagu2 Nirvana jadi andalan kami waktu itu. Unik jg, nama2 personilnya mirip lho dengan Nirvana. Ucuk (vokal), Aris (bass) dan saya Dendy (drum). Mirip to sama Kurt, Krist and Dave? Atau maksa hahaha
    Dan untuk lagu favorit, bagi saya semua lagu nirvana itu favorit, karena bisa dipilah tuk didengar sesuai sikon. Kalau lg pengen nyantai, denger unplugged, kalau lagi pengen semangat ya Radio Friendly Unit Shifter di In Utero itu bakal tak setel kenceng2 😀
    Sekali lagi *thumb up*!!! Grunge never die!

    • Wah terima kasih sudah singgah dan cerita tentang pengalamannya. Hehehe dulu pernah sempat beken ya formasi tiga pemain.
      Lagu Nirvana memang bisa dinikmati kapan saja. Dulu ada masa aku sempat bosan dengan Nirvana karena sering banget dengerin.
      Salam grunge ya🐹

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: