Lagu-lagu Melankolis Laura Pausini

LauraPausini_Onemoretime

Kali pertama mendengar lagu One More Time yang masuk dalam album soundtrack film Message in The Bottle rasanya begitu sendu. Lagu ini lagu patah hati tentang seseorang yang kehilangan orang yang disayanginya. Dari intro dan bait pertamanya saja lagu ini sudah jelas menceritakan duka lara, selaras dengan akhir film yang begitu nestapa.

Film Message in The Bottle saya tonton waktu masih remaja. Film yang dibintangi Kevin Costner dan Robin Wright Penn ini menceritakan Garret (Kevin Costner) yang suka menulis pesan dalam botol hingga ditemukan oleh seorang wartawati, Theresa (Robin Wright) yang kemudian tertarik untuk menulis kisahnya.

Rupanya ia pelayar yang masih sedih karena kehilangan istrinya. Lama-kelamaan timbul rasa kasih antara keduanya. Tapi suatu ketika Garret berlayar. Ia tidak pernah kembali karena menolong seseorang dalam badai. Yang kembali hanya kapalnya. Dalam kapal tersebut terdapat pesan dalam botol untuk Theresa yang ia tulis sebelum ia berangkat berlayar.

Filmnya romantis tapi begitu sedih. Saat itu ada beberapa lagu dalam album soundtrack-nya yang begitu menawan. Tapi yang masih ingat dan berkesan adalah lagu Laura Pausini ini yang begitu menyayat.

Lagu ini memiliki pesan agar kita selalu mensyukuri waktu-waktu kebersamaan antara kita dan pasangan. Oleh karena kita tidak tahu kapan pasangan meninggalkan kita seperti yang diceritakan lagu ini. Dalam kesedihannya, ia berharap memiliki satu kesempatan lagi untuk kembali bersama pasangannya.

Lagu One More Time diproduseri oleh David Foster. Lagu ini merupakan kerja samanya dengan Richard Marx sebagai penulis lagu dan juga masuk dalam album Days in Avalon.

Nothing I must do
Nowhere I should be
No one in my life
To answer to but me

No more candlelight
No more purple skies
No one to be near
As my heart slowly dies

If I could hold you one more time
like in the days when you where mine
I’d look at you ’till I was blind
So you would stay

I’d say a prayer each time you’d smile
Cradle the moments like a child
I’d stop the world if only I
Could hold you one more time

I’ve memorized your face
I know your touch by heart
Still lost in your embrace
I’d dream of where you are
If I could hold you one more time
Like in the days when you were mine
I’d look at you ’till I was blind
So you would stay

I’d say a prayer each time you’d smile
Cradle the moments like a child
I’d stop the world if only I
Could hold you one more time

One more time

Penyanyi asal Italia ini memang pandai bernyanyi lagu-lagu melankolis. Lagunya yang juga begitu muram yaitu It’s Not Goodbye. Lagu ini bercerita tentang perpisahan dua hati untuk sementara, namun meninggalkan rasa kosong yang dalam bagi tiap-tiap pelakunya.

La_solitudine

Memang lagunya tidak sesedih dalam One More Time karena keduanya masih memiliki kesempatan untuk bertemu lagi. Namun perasaan hampa dan tersayang karena merindukan orang yang dikasihinya dikisahkan oleh Laura begitu detail dan membuat yang mendengarnya ikut merasakan dukanya. Lagu ini masuk dalam album La Mia Risposta yang dirilis tahun 1998.

And what if I never kiss your lips again
Or feel the touch of your sweet embrace
How would I ever go on
Without you there’s no place to belong

Well someday love is gonna lead you back to me
But ’til it does I’ll have an empty heart
So I’ll just have to believe
Somewhere out there you thinking of me

CHORUS:
Until the day I’ll let you go
Until we say our next hello
It’s not goodbye
‘Til I see you again
I’ll be right here rememberin’ when
And if time is on our side
There will be no tears to cry
On down the road
There is one thing I can’t deny
It’s not goodbye

You’d think I’d be strong enough to make it through
And rise above when the rain falls down
But it’s so hard to be strong
When you’ve been missin’ somebody so long

It’s just a matter of time I’m sure
But time takes time and I can’t hold on
So won’t you try as hard as you can
To put my broken heart together again

Ia juga pernah berduet dengan salah satu penyanyi favorit saya, Lara Fabian. Dua penyanyi ini memiliki jangkauan nada yang lebar dan bernyanyi dengan penuh penghayatan. Keduanya berduet membawakan lagu Italia berjudul La Solitudine atau Loneliness. Lagu La Solitude ini merupakan lagu debutnya dan dirilis tahun 1993. Lagu ini juga lagu patah hati tentang seorang gadis dan seorang yang dicintainya bernama Marco.

Lagu ini berlatar saat si gadis dan Marco masih remaja dan bersekolah. Marco mengikuti perintah orang tuanya untuk menjauh dari si gadis, sedangkan si gadis begitu merasa sepi sejak Marco pergi. Cuplikan liriknya sebagai berikut:

Marco se n’è andato e non ritorna più
Il treno delle 7:30 senza lui
È un cuore di metallo senza l’anima
Nel freddo del mattino grigio di città

A scuola il banco è vuoto, Marco è dentro me
È dolce il suo respiro fra i pensieri miei
Distanze enormi sembrano dividerci
Ma il cuore batte forte dentro me

terjemahan:
Marco is gone and never returns
The train of 7:30 without him
It’s a heart of metal without the soul
In the cold grey morning of the city

At school, the bar is empty, Marco is inside of me
His sweet breath between my thoughts
Big distance seem to divide
But the heart beats strong within’ me

Laura Alice Rosella Pausini telah meraih banyak penghargaan, termasuk Grammy Award. Ia masih eksis hingga saat ini baik sebagai penyanyi maupun sebagai produser.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Mei 31, 2016.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: