Seperti Apa Sih Musik Jerman Barat Era 1979-1989

Saat masih kecil saya ingat artikel di majalah Jakarta-Jakarta yang membahas penyatuan kembali (reunifikasi) Jerman. Setelah perang dunia kedua memang Jerman terpecah menjadi Jerman Barat dan Jerman Timur dimana reunifikasi terjadi pada tahun 1990. Seperti apakah dinamika musik Jerman era 1979-1989?

Pengetahuan saya akan musik Eropa selain Inggris termasuk payah. Dari Jerman musisi yang saya tahu terbatas, seperti Scorpions, Helloween, David Hasselhoff (pemeran utama serial Knight Rider), Rammstein, Ludwig van Beethoven Johann Sebastian Bach, dan Hans Zimmer. Lagu-lagunya yang saya ketahui sebatas musik klasik, pop, dan rock. Lantas bagaimana dengan musik era 1979-1989 di negeri tersebut, adakah perbedaan?

Jerman Barat relatif lebih maju dibandingkan saudaranya yang tinggal di Jerman Timur yang berpaham komunis. Mereka terpengaruh oleh kultur dan lagu-lagu dari negara Eropa sekelilingnya. Pada masa itu lagu new wave dengan electronic dance dan synthesizer seperti Duran-Duran cukup beken, begitu pula dengan musik post-punk underground.

Nah pada film dokumenter bertajuk B-Movie: Lust & Sound in West-Berlin 1979-1989, penonton diajak menyelami kondisi Jerman Barat masa itu juga dinamika musik yang menyertainya. Film ini disutradarai oleh Jörg A. Hoppe, Heiko Lange, Klaus Maeck dan dibintangi Mark Reeder, Marius Weber, Blixa Bargeld, Gudrun Gut, Nick Cave, dan Muriel Gray. Oh ya Mark Reeder sendiri memang memberikan pengaruh pada musik Jerman masa itu dengan lagu-lagunya yang bernuansa electronic dance. Ia juga berkontribusi pada film ini dengan music scoring-nya.

Film berdurasi 90-an menit ini menarik dan artistik, perpaduan dari video klip, cuplikan adegan film, juga super 8 footage. Penonton bisa melihat masih tegangnya kondisi Jerman masa itu dengan adanya perang dingin Amerika-Uni Soviet dengan ketatnya penjagaan di wilayah perbatasan juga bagaimana kostum dan kultur masa itu.

Film yang dirilis pada 21 Mei 2015 ini mengingatkanku pada film dokumenter dari pentolan Nirvana, Kurt Cobain, juga perjalanan berkarir Beatles. Hemmm membahas film dokumenter musikal memang tak kalah asyik dengan genre film lainnya.

Gambar dari satu, dua, tiga

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Mei 17, 2017.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: