Ketika Mailing List dan Majalah Belum Tamat

Sepuluh tahun lalu sebelum kehadiran ponsel pintar dengan aplikasi percakapannya seperti whatsapp dan BBM, masih ada era grup di Mailing list atau biasa disebut milis. Pada saat itu ada banyak grup yang bisa diikuti seperti halnya grup yang ada di facebook saat ini. Grup di milis ini juga di antaranya adalah yang dibentuk oleh para pembaca setia majalah. Saat ini satu-persatu milis yang kuikuti telah sepi. Ada kenangan di dalamnya.

Mailing list bisa disebut grup diskusi di internet. Siapapun bisa berlangganan dan bergabung, tapi terkadang ada juga yang dimoderasi. Di dalam grup ini anggota bisa membaca pesan dari anggota lain dan membalasnya. Ya, konsepnya seperti grup di facebook ataupun grup di whatsapp tapi membacanya lewat email.

Dulu aku bergabung ke berbagai milis. Di antaranya Jalansutra, Indobackpacker, Flashpacker, HanyaWanita, dan milis tentang kelompok alumni, dan tiga milis di bawah majalah wanita. Saat ini yang masih ada tanda-tanda kehidupan hanya grup pecinta kuliner yang dulu diasuh oleh Pak Bondan Winarno (alm). Saat ini penerusnya adalah mas Harnaz yang masih rajin menyebarkan ulasan makan-makannya juga berbagi info seputar even Jalansutra. Aku suka membaca tulisan ala mas Harnaz, ceritanya itu sedap dan gaya bahasanya itu cair mengalir. Enak banget dibacanya. Di milis ini aku termasuk pasif, aku juga baru terhitung dua kali mengikuti even Jalansutra, yaitu ketika diundang di acara KickAndy dan ketika memperkenalkan makanan fermentasi.

Yang kurindukan keaktifannya itu milis jalan-jalan Indobackpacker dan Flashpacker. Dulu aku sering dapat wawasan tentang wisata di berbagai daerah maupun di negara lain dari milis ini. Berkat milis ini aku berani solo travelling dan bisa merencanakan ititenary sendiri tanpa perlu ikut agen travel. Berkat milis ini aku punya kawan-kawan baru yang menyenangkan.

Milis lainnya yang suka kuikuti adalah milis yang dikelola majalah wanita. Ada Femina, Chic, dan Cita Cinta. Aku mengikuti ketiganya. Awal-awal aku suka ikut even Cita Cinta, kemudian aku beralih ke Chic yang evennya lebih banyak, kemudian setelah makin bertambah usia aku lebih suka datang ke even Femina. Menariknya moderator grup tersebut di antaranya juga berstatus pembaca jadinya kekompakan antaranggota itu terasa. Sampai saat ini aku masih menyimpan majalah-majalah tersebut. Beberapa di antaranya ada fotoku meskipun terlihat kecil, tapi dengan melihatnya aku jadi teringat betapa seru dan hangatnya grup-grup tersebut. Kami dipertemukan oleh kesamaan minat dan kemudian muncul berbagai even sosial seperti bakti sosial. Aku juga pernah diundang ke pernikahan salah satu anggota. Itu menyenangkan.

Kini milis sudah makin sepi. Dua dari tiga majalah wanita itu sudah menghilang dari toko buku. Cerita-cerita itu masih kusimpan di memoriku, seperti halnya majalah-majalah tersebut yang masih setia bertengger di rak bukuku.

Catatan: Gambar atas dari pixabay, lainnya koleksi pribadi

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Mei 3, 2018.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: