Tidak Eksis

Hari ini sepertinya bakal menjadi momen terindahku. Satya yang sudah lama menghiasi mimpi-mimpiku mengajakku untuk menemaninya menonton para atlet yang berlatih bocca. Aku tidak tahu banyak olah raga dan aku asing sama sekali dengan bocca. Pastinya aku senang sore ini aku akan bersama Satya.

Aku mengenakan gaun terusan yang membuatku tampil feminin. Sneaker kusingkirkan kuganti dengan sepatu datar yang manis.

Aku menuju lokasi perjanjian dengan penuh semangat. Rasanya hari ini alam memberikan lagu tema yang indah. Pepohonan juga rasanya menjadi latar kisahku yang bakal indah.

Aku duduk menanti. Aku berlatih senyum terbaikku untuk menyambutnya nanti. Aku mengetuk-ngetuk jari. Aku gugup tapi juga hepi.

Waktu pun berlalu. Aku mulai tak sabar menunggu. Kuketik kata dimana dirimu. Ia tak segera membalasku. Mungkin ia masih di angkutan umum. Aku menghibur diriku.

Setengah jam berlalu aku merasa membuang waktu. Benarkah ia pria yang kutunggu.

Satu jam tiada kabar. Aku merasa sia-sia. Aku merasa perempuan yang tak berarti baginya.

Aku membuang prasangkaku dan menelponnya. Aku terkejut ketika operator berkata nomor tersebut tidak eksis.  Ah apa tidak salah.

Aku mencari akun facebooknya. Anehnya akun itu juga tidak ada. Benar-benar tidak ada. Akun medsos lainnya juga dibilang tidak eksis. Hei yang benar saja?

Aku pun menggoglingnya. Astaga astaga apa yang sebenarnya terjadi padaku. Apalah aku selama ini berkhayal. Menyukai pria yang tak benar-benar ada?

Aku merasa kacau. Kutelpon sahabatku. Ia pasti tahu jika Satya itu eksis. Kawanku itu bernama Puspa.

Pus, aku bingung. Kamu tahu kan aku hari ini janjian dengan Satya? Tapi ia tak muncul dan semua kontaknya raib. Ia benar-benar ada kan? Aku bicara cepat karena panik.

Ia menungguku berhenti berbicara. Ketika ia meresponku aku berharap aku tak pernah menelponnya.

Ra, tenangkan Dirimu. Satya memang benar-benar ada. Tapi hanya sampai dua jam lalu. Ia kini menghilang. Lenyap. Tidak eksis lagi. Ia lenyap karena ia hanya khayalan. Kamu juga sebentar lagi lenyap. Tidak eksis. Kalian berdua hanya khayalanku. Aku sudah bosan dengan cerita Kalian, aku ingin melamunkan cerita lainnya yang lebih menarik.

Aku gemetar. Aku berharap itu hanyalah mimpi buruk. Aku melihat sekelilingku. Semuanya kabur dan memudar. Pepohonan dan bangku taman itu telah hilang bak asap. Aku juga mulai memudar.

Gambar dari pexels

 

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada September 5, 2018.

2 Tanggapan to “Tidak Eksis”

  1. Hahahahhaa….. keren2.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: