Sebuah Pantai untuk Menyepi Sejenak

Aku mencari pantai bukan sekedar sebagai tempat liburan. Aku mencari pantai dimana pantai tersebut menginginkan aku untuk tiba di sana. Sebuah pantai yang menenangkan, bukan malah pantai yang menyesakkan karena sampah-sampah pengunjung yang berserakan. Pantai yang seolah-olah hadir hanya untuk menyambutku dan membiarkanku untuk menyepi sejenak?

Aku hanya ingin cerita, cerita yang tak ada arah, mungkin karena pikiranku sedang penat dan badanku tak bersahabat. Dibandingkan pantai, dulu aku lebih suka menyambangi pegunungan. Aku lebih suka hawa yang dingin daripada cuaca yang panas. Namun, debur ombak dan perubahan warna langit rupanya membuat pikiranku tenang. Alhasil aku lebih sering menyambangi pantai daripada pegunungan.

Ada beberapa pantai yang kukenang. Maya Bay yang dulu beken karena menjadi syuting The Beach rupanya tak seperti yang kuduga. Mungkin karena wisatawan yang saat itu cukup padat, sehingga aku tak  begitu menikmatinya. Demikian juga dengan pantai di Belitung pada acara outbound kemarin yang begitu panas dan sesak. Alih-alih menentramkan, aku malah penat.

Cerita tentang pantai yang membuatku tersenyum ketika aku dan dua kawanku memutuskan berjalan-jalan di pantai Legian agar kami bisa mengantuk. Tidak ada yang kami lakukan selain berjalan-jalan di tepian pantai sambil mendengarkan ombak yang bermain-main. Langit hanya diterangi bintang saat itu. Ketika kami lelah dan mata ingin terpejam, kami pun kembali ke penginapan. Tidurku terasa pulas.

Pantai kedua yang seolah-olah hanya menjadi milik kami ketika suasana menjelang senja di Pangandaran. Saat itu bukan musim liburan. Kami bermain di tepian pantai dengan gembira hingga matahari benar-benar terbenam. Kami puas bermain dengan air selama dua hari itu. Paginya kami menikmati pantai Karang Nini yang sepi. Waktu itu pengunjungnya hanya kami karena kami tiba jelang matahari terbit.

Inilah pantai itu. Bukan pantai yang luar biasa indah. Bukan pantai populer seperti Kuta atau Maya Bay. Ini sebuah pantai yang membuat hatiku berdesir dan seolah-olah bernyanyi bersama burung-burung dan habitat alami. Pantai yang sepi dan membuat aku merasa benar-benar refreshing.

Kini hatiku mencari-cari lagi sebuah pantai. Dimana kiranya pantai yang menenangkan seperti dikisahkan Lana del Rey dalam 13 Beaches. Mungkin aku tidak perlu mencari kemana-mana, mungkin pantai yang kucari itu ada di benakku sendiri.

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada Oktober 10, 2018.

2 Tanggapan to “Sebuah Pantai untuk Menyepi Sejenak”

  1. Emang enak berlibur di tempat yang bagus, dan ga ramai

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: