Banjir di Jakarta,Tak Sepatutnya Saling Menyalahkan

Jakarta kembali dilanda banjir. Aku kemarin bingung membaca berita ini. Pasalnya Kamis malam lalu tidak ada hujan besar yang kiranya bisa berpeluang menyebabkan banjir. Tapi banjir bakal sulit ada solusi jika banyak pihak saling menghakimi.

Ada yang bilang ini salah Bogor, terutama kawasan Puncak yang lahannya mulai berubah fungsi. Ada banyak vila dan akomodasi wisata yang tak berijin. Sehingga kawasan tersebut mulai berganti tak lagi menjadi daerah yang begitu hijau dan menjadi penyerap air.

Aku ingat dulu ada banyak vila yang dibongkar agar kawasan Puncak kembali menjadi jati dirinya, tak hanya mengeksploitasi diri menjadi daerah wisata. Daerah hulu juga kemudian dibersihkan juga ditanami pepohonan. Tapi hujan tak bisa diprediksi kekuatannya, tentunya banjir kiriman ini tidak harus dijadikan kambing hitam. Bagian hilir juga harus intropreksi, terutama kebersihan sungai dan selokannya.

Ya sungai di Jakarta kembali tak bersih seperti beberapa waktu lalu. Jika aku melihat sungai di kawasan Juanda, Jakarta Pusat, aku bergidik karena terlihat kotor. Ada banyak kasus di berbagai tempat seperti di kota asalku, kota Malang, yang di beberapa daerahnya mulai kebanjiran karena selokan yang tersumbat sampah.

Sampah, sungai, selokan dan pepohonan menjadi salah satu kunci solusi banjir. Selokan menjadi tanggung jawab warga setempat untuk menjaga kebersihannya. Sungai juga patut dijaga kebersihannya dimana ini merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah daerah, petugas kebersihan,dan juga warga yang tinggal di lingkungan tersebut.

Aku tak tahu kenapa masih ada saja yang membuang sampah di selokan dan sungai. Selokan yang tersumbat oleh sampah maka tak bisa dialiri air. Air akan meluap ke jalanan dan bisa memasuki rumah . Jalan yang banjir akan sulit dilewati. Yang terjadi kemudian maka akan banyak kemacetan dimana-mana.

Mungkin ia tak merasakan akibatnya, tapi ada banyak yang menderita karena banjir sehingga rumah tak bisa ditinggali dan pastinya tak nyaman untuk tinggal mengungsi.

Yuk jangan saling menyalahkan. Mulai dari diri sendiri untuk menjaga kebersihan lingkungan dan tentunya jangan membuang sampah sembarangan.

Gambar dari Tempo

Iklan

~ oleh dewipuspasari pada April 27, 2019.

5 Tanggapan to “Banjir di Jakarta,Tak Sepatutnya Saling Menyalahkan”

  1. Saling menyalahkan tak mengubah apapun. Hikmah yang bisa kita ambil adalah mari kita saling membiasakan diri untuk tidak membuang sampah di sembarang tempat. Terutama warga Jakarta

  2. Masalah banjir kalau sudah dijadikan komuditas politis dan masuk opini publik ya demikian. Inilah politik di negeri ini, yang tidak sehat dan dangkal.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

 
%d blogger menyukai ini: