Mencari Suasana Baru untuk Menulis

Menulis di kopi kenanganBelakangan aku tak lancar menulis. Sering sekali mengalami writer block. Bawaannya malas melulu menulis dan susah sekali ketika ide diolah jadi sebuah tulisan yang jadi.

Aku berpikir-pikir, apakah aku sedang jenuh dengan suasana. Belakangan aku lebih sering bekerja dari dalam rumah. Memang sih berinteraksi dengan kucing menyenangkan, tapi pusing juga kalau sesekali mereka minta pangku, naik-naik ke atas laptop, minta makan, atau malah berkelahi.

Sepertinya aku perlu ganti suasana. Akhirnya aku mencari-cari tempat makan yang kiranya bisa kugunakan sambil bekerja.

Beberapa hari ini aku sibuk hunting lokasi untuk syuting. Setelah ke beberapa tempat, akhirnya aku singgah ke sebuah kafe di dalam kompleks Mal Cijantung. Kupilih Kopi Kenangan.

Aku memesan kopi boba aren dengan oatside yang lagi promo. Harganya jadi Rp20 ribu untuk yang ukuran reguler.

Menulis di kopi kenangan Karena masih sore maka tempatnya belum terlalu rame. Kupilih tempat yang nyaman untuk bekerja. Waktunya membuka laptop. Kutata laptop dan peralatan lainnya hati-hati agar aman dari kopi dan tidak mengganggu pengunjung lainnya.

Mungkin karena ada semacam tekanan bahwa ini tempat umum sehingga tak bisa lama-lama maka jadinya aku mengetik lebih lancar. Cuma sayangnya aku lupa mengisi baterai laptop. Dan, rupanya tak ada colokan. Ya…padahal belum selesai. Apes banget.

Untungnya bisa nitip barista untuk nge-charge baterai laptop. Sambil menunggu, kulanjutkan ketikan dengan hape. Akhirnya selesai juga.

Ada waktu kurang lebih 30 menitan untuk charge laptop. Baterai lumayan terisi. Kufinalisasi tulisan dengan menggunakan laptop. Selesai dan sudah rapi. Waktunya diunggah.

Rupanya ada kalanya aku perlu suasana baru untuk menulis. Memang sih agak boros, tapi tak apa-apa sesekali mengetik di kafe dan tempat manapun, sambil coba menu baru.

Menulis di kopi kenangan Hari ini enaknya ke mana ya? Aku lagi buntu ide lagi nih untuk revisi skenario dan buat file presentasi.

~ oleh dewipuspasari pada Agustus 4, 2023.

2 Tanggapan to “Mencari Suasana Baru untuk Menulis”

  1. Mal Cijantung. Saya lupa kapan terakhir kali ke sana. Kayaknya hampir sepuluh tahun.

Tinggalkan komentar