Oversharing

Salah satu hal yang kukuatirkan selama menjadi blogger adalah oversharing. Apakah aku terlalu banyak bercerita dan membagikan cerita tentang diriku? Kuatirnya hal tersebut malah berakibat buruk bagiku.

Mereka yang beberapa kali membaca blogku pasti tahu dan bisa membuat profil tentangku. Profilnya bisa seperti ini: perempuan kutu buku yang suka musik rock dan punya banyak kucing lucu.

Untuk bagian kucing ini rasanya bakal susah jika aku berpura-pura tidak menyayangi mereka dan menggantinya dengan hewan lain. Memelihara kelinci bakal lebih repot.

Tapi untuk musik, siapa tahu suatu saat selera musikku berubah. Kulihat dari laporan tahunan yang dibagikan Spotify, selera musikku mulai bergeser. Aku bisa menikmati 58 genre. Musik rock bukan lagi dominan, aku juga bisa menyukai genre lain yang lebih lembut.

Spotify Nomor satu lagu yang paling sering kudengar tahun ini juga malah lagu pop yaitu Caught in the Middle disusul Stresses Out yang juga mellow. Hanya What it is to Burn yang agak cadas. Dua lainnya, Steal the Show dan Slow Down juga relatif lembut.

Untuk lima musisi teratas yang sering kudengar lagunya tahu ini juga hanya Slipknot yang metal. Bring Me the Horizon dan Hoobastank semakin ke sini semakin lembut. Twenty One Pilots dan The Corrs juga ngepop.

Spotify Wah selera musikku mulai melembut. Jadinya profilku juga bakal berubah secara dinamis. Tapi tetap jangan sampai oversharing deh.

~ oleh dewipuspasari pada November 30, 2023.

2 Tanggapan to “Oversharing”

  1. Saya malah mem-branding mba Dewi sebagai penikmat film loh

Tinggalkan Balasan ke Phebie Batalkan balasan