Gedung Kesenian Jakarta dan Teater Besar TIM
Seingatku baru kedua kalinya aku menyaksikan pertunjukan di Gedung Kesenian Jakarta. Yang pertama ketika menyaksikan pertunjukan wayang wong tentang Abimanyu. Dan yang kedua baru Kamis kemarin ketika menonton Opera Majapahit episode kedua tentang sosok Tribhuwana.
Setelah beberapa kali menonton di Teater Besar Taman Ismail Marzuki, aku menyimpulkan Gedung Kesenian Jakarta lebih kecil dibandingkan Teater Besar. Hanya ada dua tingkat bangku. Kucek di Wiki, kapasitasnya sekitar 475 penonton.
Namun dari segi interior dan eksterior bangunan, GKJ tak kalah cantik dengan teater besar TIM, bahkan menurutku lebih anggun dan klasik karena merupakan bangunan lawas, dibangun tahun 1821. Dari segi akustik, juga bagus.
Nah, untuk Teater Besar TIM kapasitasnya lebih dari dua kali lipat. Kapasitasnya bisa mencapai 1.200 penonton. Ada tiga tingkat bangku. Kalau yang di lantai kedua, panggung agak terasa samar-samar dibandingkan jika menonton di lantai dasar. Hanya untuk suara masih tetap jelas. Aku beberapa kali menonton di lantai kedua, masih bisa mendengar suara dengan baik dan jelas.
Dari segi akses, TIM lebih mudah dijangkau. Namun bagiku tak masalah pertunjukan diadakan di GKJ atau di Teater Besar, aku akan tetap menontonnya asal memang aku berminat dengan pertunjukannya. Nah Opera Majapahit episode pertama di Teater Besar, yang kedua di GKJ. Nah yang ketiga alias episode terakhir di mana ya?

Sering sekali ada event launching buku dari penyair” idola saya di TIM, sayang, jauh… 😢
Sekaki-kali main ke TIM