Santapan Eksperimental

Ubi kuning Waktu masih duduk di bangku sekolah aku suka sekali melongok kulkas malam-malam. Biasanya sekitar pukul 21.00-21.30 saat jeda belajar. Dari bahan-bahan di kulkas, aku kemudian membuat hidangan sederhana.

Dulu aku punya obsesi aneh dengan hidangan yang terbuat dari telur dan tepung. Kadang-kadang aku membuat semacam panekuk, yang isian dan topping-nya menyesuaikan dengan yang ada di kulkas. Waktu itu aku membayangkan suatu saat ketika tinggal ngekos, aku juga bisa membuat hidangan eksperimental.

Memasak itu menyenangkan. Ketika memasak, aku merasa rileks. Aku membayangkan rasanya dalam benakku. Bagaimana ya jika kopi bertemu pisang, apakah nanas bisa berkawan dengan pisang dan sebagainya. 

Akhirnya ketika ngekos, aku begitu senang ketika salah satu kos yang pernah kutinggali itu punya dapur yang lega. Jika penat dengan tugas kuliah, mulailah aku memasak. Waktu itu aku sering memasak, selain karena ingin bereksperimen juga demi tuntutan perut karena uang bulanan yang sangat pas-pasan. 

Namanya eksperimental, ada kalanya sukses tapi lebih banyak gagalnya. Jika gagal karena anak kosan, maka santapan itu juga harus kutelan. Atau, kubuang dengan rasa penuh penyesalan setelah aku tidak sanggup menghabiskannya.

Masakan terparah saat itu sup bakso aci. Bukannya jadi sup dengan bakso malah jadi bubur aci karena baksonya terurai.

Waktu uang persediaan minim, aku pernah bertahan dengan membuat aneka bubur. Santapan paling aneh adalah bubur wortel hahaha, bentuknya aneh, tapi rasanya lumayan juga.

Aku suka memasak kapan saja. Kadang-kadang dini hari ketika banyak tugas koding. Hingga suatu ketika aku berhenti melakukannya pada dini hari karena ada ‘sesuatu’ mengagetkanku di dapur.

Saat ngekos dan bekerja, aku membeli kompor gas portable. Lagi-lagi saat penat, aku bereksperimen dengan masakan.

Dulu favoritku membuat masakan dengan bahan pisang dan membuat aneka masakan tongkol karena bahan ini mudah kutemukan di dekat kosan.

Malam ini aku ingin memasak. Di kulkas kutemukan ubi kuning. Tebersit ide membuat semacam kolak ubi. Kujerang air, kutambahkan santan, susu, ubi, gula pasir, dan gula aren. Kumasak dengan api kecil. Lalu kutambahkan biji-bijian teman oatmeal dan kumasak hingga matang alias ubinya empuk.

Kolak ubi kuning
Berhasil. Rasa kolaknya enak, manisnya pas , ubinya empuk. (hehehe sekali-kali memuji masakan sendiri). Karena ada biji-bijian+ubi maka santapan ini mengenyangkan dan kaya serat.

Ehm lain waktu bikin apa ya yang kiranya belum pernah atau jarang kubuat. Aku
sebenarnya penasaran dengan bubur wortel yang pernah kubuat dulu. Apa dulu karena lapar dan tidak punya uang ya jadinya aku bisa menghabiskan bubur wortel itu?! 😅

~ oleh dewipuspasari pada Januari 11, 2024.

Tinggalkan komentar