Bisma

Bisma Ketika menyaksikan pameran seni di Museum Macan bertemakan Voice Against Reason, aku mendapati sosok Bisma. Karya seni ini buatan perupa asal pulau Dewata bernama I Wayan Jana. Bisma dalam karya seni tersebut dalam kondisinya setelah dikalahkan oleh Srikandi. Ia dalam posisi seperti berbaring bertopang begitu banyak anak panah.

Dikisahkan Bisma menjadi panglima perang pihak Kurawa karena ia telah berjanji untuk selalu membela Hastina. Selama Bisma menjadi panglima, ada begitu banyak korban di pihak Pandawa, oleh karenanya Srikandi pun dihadirkan untuk melawan Bisma. Srikandi sendiri adalah titisan Dewi Amba, yang bersumpah akan membunuh Bisma.

Bisma takluk. Para Pandawa sangat menyayangi dan menghormati eyang buyutnya ini. Mereka sangat sedih. Bisma sendiri punya kemampuan untuk menentukan waktu ajalnya sendiri. Ia meminta Arjuna menyiapkan tempat untuk ia bisa berbaring. Arjuna pun menyiapkan begitu banyak anak panah untuk menopangnya.

Bisma ingin melihat bagaimana pertarungan Pandawa dan Kurawa berakhir. Setelah pertempuran berakhir, ia memberikan wejangan sebelum ia menutup mata selamanya.

Menurutku Bisma adalah salah satu tokoh dalam pewayangan yang begitu menarik. Ia sosok kesatria yang memenuhi sumpahnya. Ia tidak egois, selalu mengedepankan keluarga dan negaranya dibandingkan keinginannya.

Bagian cerita ini salah satu yang menyedihkan di pewayangan. Ketika melihat patung ini aku merasakan emosi yang kuat seperti ketika aku usai membaca ceritanya.

~ oleh dewipuspasari pada Januari 21, 2024.

Tinggalkan komentar