Sesaat di Batam

BatamSebenarnya rencana awalku ke Batam adalah menuju museum dan pantai terlebih dahulu sebelum menuju ke pelabuhan. Tapi rencanaku kacau gara-gara jadwal penerbangan Batik Air yang terlambat parah. Bahkan waktunya sangat mepet sekali untuk menuju Pelabuhan Batam Center.

Batam adalah bagian dari Kepulauan Riau. Pulau ini berukuran lumayan besar dan tersambung dengan Pulau Galang dan Pulau Rempang melalui Jembatan Barelang. Luasan wilayah kota Batam mencapai 1.575 kilometer persegi, hampir sepertiga pulau Madura.

Dari jendela pesawat kulihat begitu banyak dataran bopeng-bopeng seperti bekas penambangan pasir. Juga kulihat jembatan yang indah dan pemukiman yang padat.

Bandara BatamSetelah mendarat, aku pun memesan ojek online. Sengaja aku memilih motor karena takut terlambat dengan waktu yang sangat mepet. Aku hanya punya sisa waktu sekitar 45 menitan.

Karena naik ojol maka aku harus keluar dari bandara menuju pintu keluar. Jaraknya berkisar 300 meteran. Saat itu ada seorang ojek pangkalan yang membujukku untuk menggunakan jasanya. Tapi ojek pesananku sebentar lagi sudah datang, jadi aku menolaknya.

Singkat kata, motor pun meluncur menuju pelabuhan. Jika kucek, perjalanan akan memakan waktu sekitar 25-30 menitan. Jadi aku hanya punya waktu 15 menitan untuk proses check-in, imigrasi, dan masuk ke dalam kapal. Fiuh.

Batam
Sepanjang jalan di dekat bandara aku melihat bukit-bukit yang digerus. Apakah itu proses penambangan pasir, aku bertanya-tanya. Begitu intens. Aku sebagai orang luar merasa kuatir bagaimana alam Batam jika penambangan pasir dibiarkan sedemikian rupa.

Lalu di bagian tengah pembatas jalan ada beberapa ikon Batam dengan kebudayaan Melayunya. Kepulauan Riau memang lekat dengan budaya Melayu. Ada peralatan musik dan serba-serbi budaya Melayu yang ditempatkan di situ.

Batam Menuju pusat kota, jalan dan bangunan mulai nampak rapi dan lumayan padat. Pemandangan sangat kontras dengan kondisi jalanan dan bangunan di dekat bandara. Ah kenapa ya beberapa daerah di Indonesia itu yang nampak maju dan rapi hanya bagian pusat kota, sebagian lainnya seperti terbengkalai.

Pelabuhan Batam Center sudah dekat. Kulihat di seberang pelabuhan ada semacam pintu gerbang berwarna putih dengan menara menjulang yang megah dan cantik. Tapi aku tak bisa lama-lama menikmatinya. Setelah tiba di pelabuhan, aku langsung berlari kencang menuju tempat check-in dan berlarian menuju imigrasi. Fuihh.

Suatu saat sepertinya aku harus kembali ke Batam. 

~ oleh dewipuspasari pada Februari 1, 2024.

2 Tanggapan to “Sesaat di Batam”

  1. Siapkan wktu yg agk panjang mbak, klo mw dtg k Batam lagi

Tinggalkan komentar