Waktu Terbaik Dengar Musik
Kupilih aplikasi pemutar musik. Lalu kupilah-pilah lagu yang ingin kudengar sesuai suasana hati. Saat tembang itu mulai mengalun, aku menatap pemandangan yang hanya nampak samar-samar karena langit yang telah gelap dan jendela kereta yang kusam. Saat melihat pemandangan dari balik jendela yang berlalu begitu cepat, aku seperti melihat kilasan masa laluku untuk beranjak menuju masa depan.
Aku suka menatap panorama dari balik jendela. Ada kalanya pemandangan itu hanya gelap dan gelap. Sawah yang gelap. Hutan yang gelap. Jalanan dengan pencahayaan samar-samar. Lalu perlintasan kereta api dengan lampu dari beberapa kendaraan yang hendak melintas.
Saat malam hari di kereta, suasana mulai hening. Rekan asing yang duduk di sebelahku telah tertidur. Hanya suara nafasnya sesekali terdengar. Dunia terasa sunyi sehingga deru kereta juga terdengar nyaring di telingaku. Saat itulah aku ingin memasuki duniaku. Dunia yang makin indah jika ditemani lagu.
Aku menyebutnya lagu perjalanan. Ada beberapa lagu yang terasa makin seru dan pas ketika didengar saat perjalanan panjang. Apalagi ketika aku melakukan perjalanan sendirian. Saat itu aku seperti menciptakan duniaku sendiri dengan soundtrack kehidupanku.
Lagu yang terpikirkan pertama ketika aku sendirian di sebuah perjalanan malam baik di kereta, bus, ataupun mode transportasi lainnya adalah tembang Angels & Airwaves berjudul The Adventure. Lagu ini selalu sukses membuatku percaya perjalanan yang sedang kulakukan adalah sebuah petualangan. Meski adakalanya perjalanan tersebut adalah upayaku melarikan diri sejenak dari masalah.
Ketika mendengar lagu tersebut saat aku hanya ada di duniaku, aku merasa hidup dan mendapat suntikan semangat. Aku tahu aku akan baik-baik saja. Aku akan bertualang sejenak, berkontemplasi dan kemudian pulang untuk menyelesaikan masalahku.
Ketika mendengar The Adventure aku yakin perjalanan ini akan indah meski ada kalanya membuatku cemas. Hidup ini indah dan aku akan baik-baik saja.
Ketika mendengar Tom DeLonge menyanyikan ini dan juga mendengar outronya, aku juga siap jika suatu saat akan berjumpa alien atau diajak berkeliling menuju planet lainnya. Semoga aliennya baik hehehe. Dulu aku pernah berkhayal akan naik kapal alien bersama kucingku bersama Nero hehehe.
Lagu berikutnya yang cocok menemani perjalanan adalah More Than This-nya The Cure. Aku mendengar lagu ini sudah sangat lama. Lagu ini masuk dalam album OST The X-Files.
Sama dengan The Adventure, ketika mendengar lagu ini aku seperti tidak sedang berada di bumi secara riil. Entah ada di mana dan aku menikmatinya. Lagu ini membuatku melamun dan seulas senyum kemudian terbayang di wajahku.
Waktu terbaik mendengar musik berikutnya adalah menjelang tidur. Lagu bisa membuatku mengantuk. Aku dulu suka memutar radio dan kuputar semalaman hingga aku tertidur saat masih ngekos.
Lagu favoritku saat itu adalah lagunya Selena berjudul Dreaming of You. Lagu ini selalu kutunggu. Entah kenapa lagu ini menjadi imajinasiku saat itu, berjumpa dengan seseorang, jatuh cinta, dan kemudian mendapat balasan perasaan serupa dari seseorang yang kusukai. Ketika mendengar lagu ini aku membayangkan cerita romantis seperti di film-film.
Kini bukan hanya lagu Selena yang kudengar. Lagu-lagu lainnya juga banyak yang terasa menakjubkan ketika kudengar pada saat malam hari ketika dunia sepi. Aku seperti berada di lautan imajinasiku saat itu. Sambil mendengar musik, adegan-adegan khayalan muncul di benakku dan aku pun tersenyum.
Gambar dari buku Little House Laura Ingalls
