Animal Farm
Akhirnya selesai juga aku membaca buku Animal Farm. Tapi untuk menonton filmnya, aku masih maju mundur karena isi buku ini sungguh menyesakkan.
Rasa pahit dan tidak enak usai membaca Animal Farm ini seperti yang kualami ketika menuntaskan bacaan The Island of Dr. Moreau. Huuhu apakah hal-hal yang terlalu idealis dan utopis ini bisa membawa kehancuran ya jika keluar jalur? Mungkin.
Pidato si babi The Major tidaklah salah. Hewan ternak banyak menderita di mana saja. Digemukkan kadang-kadang digemukkan paksa, tapi kemudian disembelih.
Dulu waktu kecil aku ingin punya ranch dengan banyak sapi, kuda, ayam, dan hewan ternak lainnya. Tapi setelah dewasa, keinginan itu musnah dengan sendirinya. Mengingat banyak hewan yang menderita demi perut manusia.
Kembali ke Animal Farm mungkin nanti aku mengulasnya dengan layak dan cermat, tidak salah bila hewan ingin merdeka. Mereka sudah bekerja keras sehingga layak apabila mereka menikmati hasil panen dan hasil kerja kerasnya.
Tapi musibah berawal dari ketamakan dan kekuasaan. Hewan babi penerus tak ingin para satwa di ternak tersebut hidup damai dan tentram. Perlu ditakut-takuti agar mereka punya musuh bersama yaitu manusia dan keinginan untuk terus bekerja. Perlu manipulasi informasi agar mereka tidak mengetahui kebenaran.
Ehm bukankah sebagian yang tertulis ini pernah kita alami. Ups. Atau masih terjadi hingga saat ini??? Mungkin
Gambar dokpri, Moana, dan Ghibli
