Singka Melalang ke Surga Para Kucing
Hari ini Singka meninggalkan dunia. Aku antara sedih dan lega. Kucing kecil ini sudah banyak menderita. Penderitaan itu akhirnya terlepas.
Kehadiran Singka sejak dulu kutunggu-tunggu. Kami berdua ingin punya Cindil junior, yang putih dan bermata sipit. Akhirnya setelah beberapa kali melahirkan, hadirlah Singka yang mirip Cindil waktu kecil.
Tapi Singka agak sakit-sakitan. Aku tak tahu penyebabnya. Sudah beberapa kali ia ke klinik, membuatku kasihan dan trenyuh setiap melihatnya. Hingga ia mengalami diare dan dehidrasi. Tubuhnya mengurus dengan cepat. Aku merasa gundah.
Kali terakhir kuberi obat, tubuhnya sudah menolak. Ia hanya ingin tiduran dan sedikit makan. Aku terus menemaninya dan berada di dekatnya.
Semalam kubiarkan ia tidur di sisiku. Nafasnya makin lemah. Berulang kali kubisikkan ke dia, aku sungguh menyayanginya dan berterima kasih atas kehadirannya.
Ketika membersihkan tubuhnya yang mulai kaku, aku kembali terisak. Kukuatkan diri, ia pasti lebih bahagia di alam sana. Ia bisa berlarian bebas di surga para kucing bersama Opal, Nero, dan saudara-saudara kucing lainnya yang lebih dulu tiada.
Selamat tinggal Singka.

@phlodel from YouTube:
“Every pet is a pending tragedy. Love them while they’re here, miss them when they’re gone. Remember them forever.” š±ā¤
Rest in Love, Singka š„š Sekarang pasti sudah bahagia di surga bareng Nero, Opal, Petualang, dan anabul Mbak Puspa serta Mas Ovi lainnya. Titip salam untuk Wawan juga ya, Singka š±š
Terima kasih Nisa. Singka kayaknya lagi asyik makan ayam rebus lalu berlarian bareng Opal dan Wawan.