Ugly

Ugly

Anak itik dalam cerita HC. Andersen merasa rendah diri karena dinilai buruk oleh hewan-hewan di sekelilingnya. Ia terkejut ketika kemudian manusia memujinya keindahannya ketika ia tumbuh dewasa.

Hal yang sama juga pernah dialami dalam kisah-kisah seorang ulat. Ia yang dianggap hina dan hewan merugikan kemudian dikagumi ketika berubah wujud menjadi kupu-kupu dengan sayap menawan. Namun untuk menuju ke sana ia melakukan pengorbanan yang tak mudah. Ia tekun berpuasa hingga wujudnya kemudian berubah.

Ada banyak cerita tentang para makhluk yang mendapat perlakuan tak enak karena penampilannya yang dipandang tak sesuai dengan estetika. Sebagian di antaranya meratapi kemalangan tersebut dan menganggap Tuhan berlaku tak adil kepadanya. Namun di antara mereka ada yang ingin berubah dengan sungguh-sungguh, mengubah perilakunya, mengubah penampilannya, meningkatkan spiritualnya agar kehidupannya suatu ketika menjadi lebih baik.

Memang tidak semua makhluk, termasuk manusia, yang beruntung mendapatkan wajah dan penampilan yang menawan. Penampilan yang menawan adalah sebuah privilege di banyak bidang. Namun memiliki penampilan yang kurang bukan berarti akhir dari segalanya. Kebaikan, pengetahuan, cinta kasih yang besar ke sesama, akan menutupi kekurangan tersebut.

Mari bersama melakukan perjalanan spiritual agar kita tak lagi mempermasalahkan penampilan fisik, namun berfokus menjadi manusia yang telah lepas dari keakuan dan manusia yang penuh cinta kasih.

Gambar milik Ghibli

~ oleh dewipuspasari pada Maret 22, 2024.

Tinggalkan komentar